Dorong Bisnis Sawit Berkelanjutan, Astra Agro Tegaskan Operasional Tanpa Deforestasi
JAKARTA, sustainlifetoday.com — PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) kembali menegaskan komitmennya pada prinsip keberlanjutan melalui kebijakan nol deforestasi yang diterapkan konsisten dalam satu dekade terakhir. Fokus utama perusahaan adalah memastikan operasional perkebunan kelapa sawit berjalan tanpa merusak ekosistem penting, sekaligus melibatkan masyarakat dalam proses konservasi.
Direktur Astra Agro, Bandung Sahari, mengatakan bahwa komitmen keberlanjutan kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya perusahaan.
“Kebijakan keberlanjutan ini menjadi DNA perusahaan yang wajib dipatuhi oleh seluruh rantai pasok, mulai dari perkebunan inti, plasma, hingga mitra pemasok pihak ketiga,” ujarnya di Jakarta, Selasa (9/12).
Kebijakan nol deforestasi Astra Agro mengacu pada empat prinsip utama: tidak ada pembangunan di kawasan Stok Karbon Tinggi (SKT), Tidak ada pembangunan di area Nilai Konservasi Tinggi (NKT), tidak melakukan pembakaran, serta upaya aktif mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) di perkebunan.
Area dengan Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value/HCV) merupakan wilayah yang memiliki peranan signifikan bagi fungsi ekologis, biologis, hidrologis, hingga sosial budaya. Astra Agro mengungkapkan bahwa seluruh wilayah operasi kini telah melalui pembaruan penilaian NKT sebagai bagian dari tata kelola perkebunan berkelanjutan.
Baca Juga:
- Swiss-Belhotel Bangun Taman Bermain Ramah Anak di Bogor, Dorong Ruang Publik Berkelanjutan
- Bahlil Klaim Listrik Aceh Pulih 100% Siang Ini, Namun Kenyataan di Lapangan Berbed
- Menag: Orang yang Mengaku Beriman Tidak Mungkin Merusak Lingkungan
Proses ini dilakukan melalui kolaborasi dengan lembaga independen seperti Daemeter Consulting, PILI Green Network, dan Eco Nusantara, serta melibatkan masyarakat lokal. Bandung menegaskan bahwa pendekatan ini penting sebagai dasar ilmiah pengelolaan lansekap.
“Partisipasi aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan jangka panjang. Melalui pemetaan partisipatif dan konsultasi mendalam, kami membangun rasa kepemilikan bersama yang esensial bagi efektivitas konservasi,” katanya.
Astra Agro memastikan bahwa setiap proses penilaian dilakukan secara transparan, memberi ruang bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk berbagi informasi, berpartisipasi dalam pemetaan, hingga memberikan persetujuan terhadap kajian yang dilakukan.
Bandung juga menyampaikan bahwa upaya keberlanjutan perusahaan merupakan perjalanan panjang yang terus diperkuat dari waktu ke waktu.
“Kami menyadari bahwa keberlanjutan sektor kelapa sawit adalah tanggung jawab kolektif. Komitmen nol deforestasi Astra Agro bukan sekedar reaksi sesaat, melainkan fondasi yang kami bangun dan rawat selama bertahun-tahun untuk memastikan bahwa aktivitas operasional dapat memberikan manfaat bagi komunitas lokal tanpa mengorbankan lingkungan,” ujarnya.
Baca Juga:
