Danareksa Gandeng IIF Susun Peta Jalan ESG untuk Kawasan Industri
Jakarta, sustainlifetoday.com — PT Danareksa (Persero) menggandeng PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) untuk memperkuat penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) pada bisnis properti industrinya. Kolaborasi ini difokuskan pada penyusunan peta jalan ESG guna meningkatkan daya saing kawasan industri dan menarik investasi berkualitas.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian pada 12 Februari 2026 lalu. Inisiatif ini bertujuan mengembangkan kerangka ESG yang komprehensif sesuai standar global serta menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas.
Presiden Direktur PT Indonesia Infrastructure Finance, Rizki Pribadi Hasan, mengatakan kolaborasi ini merupakan kelanjutan kemitraan kedua pihak di berbagai sektor.
“Melalui berbagai produk yang kami miliki, IIF akan terus memperkuat kerja sama ini dan mendukung kebutuhan dan pertumbuhan Danareksa ke depan,” kata Rizki dalam siaran pers, Rabu (25/2).
Direktur Utama Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi, menegaskan penerapan ESG menjadi faktor penting dalam menarik investasi asing berkualitas.
BACA JUGA:
- Bahlil Digugat ke PTUN atas Pengesahan RUKN dan RUPTL PLN
- Demi Kenyamanan Warga, Pemprov DKI akan Evaluasi Izin 397 Lapangan Padel di Jakarta
- Pemerintah Kejar 100 GW PLTS, IESR Ajukan 11 Rekomendasi Strategis
“Kepatuhan ESG adalah kunci untuk menarik foreign direct investment (FDI) berkualitas. Kami berkomitmen untuk menciptakan ekosistem industri berkelanjutan yang mematuhi standar global,” katanya.
Ia menambahkan, kerja sama dengan IIF menjadi langkah strategis menuju pengembangan peta jalan ESG yang terukur dan tervalidasi secara global, sekaligus membangun zona industri hijau.
Menurut Yadi, penerapan ESG di kawasan industri akan menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya tarik investasi serta memastikan pengelolaan kawasan industri yang berkelanjutan.
