Dampak Asap Karhutla, Kemenhub Perketat Pemantauan Jarak Pandang di Bandara Kaltara
Jakarta, sustainlifetoday.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan mulai mengganggu aktivitas transportasi udara. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meningkatkan intensitas pemantauan terhadap kondisi jarak pandang (visibility) guna menggaransi keselamatan operasional penerbangan.
Pemantauan intensif dilakukan di enam bandara utama di Kalimantan Utara (Kaltara), yaitu Bandara Juwata, Tanjung Harapan, Yuvai Semaring, Kolonel Robert Atty Bessing, Long Apung, dan Nunukan. Dari enam lokasi tersebut, Bandara Tanjung Harapan dan Nunukan dilaporkan masih beroperasi secara normal, sementara empat bandara lainnya terus diobservasi secara ketat seiring fluktuasi sebaran asap.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, menegaskan bahwa jarak pandang merupakan variabel krusial dalam prosedur penerbangan. Apabila visibility berada di bawah ambang batas keselamatan yang disyaratkan, penerbangan wajib ditunda (delay), dialihkan (divert), atau dibatalkan (cancelled).
“Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan,” ujar Lukman dalam keterangannya, Jumat (21/8).
Kemenhub telah menginstruksikan penyelenggara bandara dan maskapai penerbangan untuk terus memantau dinamika cuaca secara berkala bersama AirNav Indonesia, BMKG, dan Satgas Karhutla terkait.
BACA JUGA
- INAGA Targetkan Indonesia Jadi Pemimpin Geothermal Dunia pada 2030
- Kementerian Kebudayaan Siap Jadi Wali Data Masyarakat Adat
- Akui Kualitas Udara Jakarta Buruk, Gubernur Pramono Sentil PLTU Batu Bara
Dampak kabut asap juga dirasakan di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Gangguan jarak pandang menyebabkan penyesuaian jadwal pada sejumlah penerbangan maskapai NAM Air dengan keterlambatan mencapai hampir dua jam.
Data pemantauan Ditjen Perhubungan Udara mencatat perubahan jadwal penerbangan sebagai berikut:
- Rute Jakarta – Pangkalan Bun: Jadwal semula 07.00 WIB mundur menjadi 08.50 WIB.
- Rute Pangkalan Bun – Semarang: Jadwal semula 07.30 WIB mundur menjadi 09.38 WIB.
- Rute Semarang – Pangkalan Bun: Jadwal semula 10.15 WIB mundur menjadi 12.05 WIB.
- Rute Pangkalan Bun – Surabaya: Jadwal semula 10.45 WIB mundur menjadi 12.34 WIB.
Kemenhub mengimbau calon penumpang yang akan bepergian dari dan menuju wilayah terdampak karhutla di Kalimantan untuk secara berkala mengecek pembaruan informasi jadwal resmi dari pihak maskapai.
