Awan Hujan Minim, Pramono Ungkap Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta Terkendala
Jakarta, sustainlifetoday.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna memicu hujan buatan di wilayah Ibu Kota terkendala oleh ketiadaan potensi awan hujan di atmosfer.
“Hal yang berkaitan dengan OMC atau intervensi cuaca, karena sampai dengan hari ini, terus terang awannya itu enggak ada,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (19/8).
Pramono mengaku telah berulang kali memberikan instruksi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk mengeksekusi rekayasa cuaca tersebut. Namun, langkah teknis belum dapat direalisasikan akibat kondisi meteorologis yang minim tutupan awan.
“Berkali-kali saya sudah memerintahkan kepada BPBD untuk segera melakukan modifikasi cuaca tapi karena enggak ada awan, enggak bisa turun,” ujarnya.
BACA JUGA
- Mengenal Cakra NX1, Motor Listrik Nasional yang Diresmikan Presiden Prabowo
- Upacara HUT RI ke-81 di Ciliwung Jadi Momentum Gaungkan Semangat Kemerdekaan Ekologis
- Peringati HUT RI ke-81, Taman Margasatwa Ragunan Gelar Atraksi Satwa
Menghadapi dampak musim kemarau yang kian meluas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan skema mitigasi alternatif. Salah satu langkah jangka pendek yang ditempuh adalah penyemprotan air di titik-titik rawan menggunakan armada milik Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar).
“Sekali lagi tentunya ini adalah keadaan given. Dan pemerintah DKI Jakarta tetap berusaha untuk bisa modifikasi cuaca. Tetapi sekali lagi, bisa modifikasi cuaca itu dalam kondisi ilmiahnya, selama ada awannya pasti akan segera kami lakukan,” katanya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa lebih dari 70 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, termasuk DKI Jakarta. BMKG memproyeksikan puncak kondisi kering ini akan berlangsung hingga Oktober mendatang.
