BRIN Luncurkan Inovasi BioReKarst 3S yang Bisa Pulihkan Lahan Pascatambang
Jakarta, sustainlifetoday.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan teknologi ramah lingkungan bernama BioReKarst 3S (Reklamasi Tiga Strata Bermikoriza) untuk mendukung pemulihan lahan pascatambang. Inovasi bioteknologi yang dikembangkan oleh Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN ini dirancang khusus untuk memulihkan ekosistem lahan kritis sekaligus meminimalisasi penggunaan bahan kimia sintetis dalam proses reklamasi.
Teknologi ini bekerja dengan mengombinasikan metode revegetasi tiga strata dan pemanfaatan fungi mikoriza arbuskular (FMA) yang disalurkan melalui pupuk hayati Isomik MK1.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN, Retno Prayudyaningsih, menjelaskan bahwa area bekas tambang pada umumnya mengalami kerusakan parah secara fisik, kimia, maupun biologi tanah. Lahan tersebut kerap kehilangan lapisan tanah atas (topsoil) sehingga menjadi lingkungan yang sangat ekstrem bagi pertumbuhan vegetasi.
“Teknologi yang kami hasilkan adalah BioReKarst 3S, reklamasi tiga strata bermikoriza dari tambang menjadi hutan. Jantung dari teknologi ini adalah Isomik MK1, yaitu pupuk hayati berbasis fungi mikoriza arbuskular yang kami isolasi dari kawasan karst terdegradasi,” ujar Retno dilansir laman BRIN, Minggu (2/8).
Secara teknis, penerapan inovasi ini dilakukan dengan mengaplikasikan lima gram Isomik MK1 pada setiap lubang tanam saat fase pembibitan. Fungi mikoriza ini selanjutnya akan membentuk simbiosis dengan akar tanaman, memperluas jangkauan perakaran, dan melipatgandakan kemampuan serapan unsur hara—terutama fosfat yang sangat langka di lahan bekas tambang. Hasilnya, tingkat kelangsungan hidup (survival rate) dan pertumbuhan tanaman meningkat secara drastis.
Selain menghijaukan kembali permukaan lahan, BioReKarst 3S juga berperan krusial dalam memicu pengisian ulang mikroba tanah (soil microbe recharging).
BACA JUGA
- Turis Asing Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Ditutup Sementara untuk Evaluasi
- Pemerintah Diminta Percepat Transisi Energi Terbarukan di Tengah Ancaman El Nino
- Presiden Prabowo Targetkan Masalah Sampah Nasional Tuntas Dalam Satu Tahun
“Dalam kurun waktu 12 bulan setelah aplikasi revegetasi dan Isomik MK1, populasi bakteri maupun jamur tanah meningkat. Mikroba tanah berperan penting dalam pembentukan tanah dan kesuburannya sehingga pemulihan kehidupan biologis menjadi bagian penting dari proses reklamasi,” jelas Retno.
Pendekatan penanaman pada program reklamasi ini mengadopsi proses suksesi alami yang dilakukan secara bertahap. Fase pertama dimulai dengan penanaman cover crop (tanaman penutup) untuk memperbaiki struktur awal tanah. Langkah ini dilanjutkan dengan penanaman pohon pionir penyumbang biomassa, dan bermuara pada penanaman pohon berumur panjang guna membentuk ekosistem hutan permanen.
Inovasi ini juga didukung oleh rekayasa tapak mekanis dan penggunaan hidrogel untuk mengikat cadangan air. Penambahan hidrogel sangat membantu menekan frekuensi penyiraman saat musim kemarau serta mendukung pertumbuhan bibit di lahan karst yang didominasi bebatuan.
“Kami mengadopsi proses suksesi alami sehingga ekosistem dipacu berkembang secara bertahap. Terjadi peningkatan bahan organik, perbaikan kondisi tanah, dan keberlanjutan nutrisi secara alami tanpa adanya input bahan kimia sintetis,” kata Retno.
Saat ini, BRIN tengah membuka peluang untuk memproduksi massal inokulum fungi mikoriza dan menyusun standar operasional agar teknologi ini dapat direplikasi di berbagai kawasan tambang.
Ke depannya, BioReKarst 3S tidak hanya berpotensi merehabilitasi kawasan terdegradasi, tetapi juga membuka jalan bagi perusahaan tambang untuk menerapkan skema carbon offset atau kredit karbon berbasis biomassa hutan.
