Kemenperin Targetkan Elektrifikasi Kendaraan pada Ojol dan Armada Komersial
Jakarta, sustainlifetoday.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menetapkan strategi percepatan elektrifikasi kendaraan bermotor nasional dengan membidik sektor-sektor prioritas, mulai dari armada ojek daring (ojol), jasa kurir, kendaraan operasional perusahaan, hingga armada dinas pemerintah. Langkah bertahap ini merupakan bagian dari peta jalan komprehensif menuju target pembentukan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) secara menyeluruh pada 2060.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menyampaikan bahwa potensi konversi energi nasional sangat masif mengingat total kendaraan bermotor yang tercatat di Indonesia saat ini telah menembus lebih dari 172 juta unit. Roda dua ditempatkan sebagai fokus utama penetrasi awal sebelum diperluas ke segmen kendaraan niaga dan fasilitas transportasi umum.
“Sepeda motor sebagai prioritas utama, di mana 2027 hingga 2030, kami akan memberi fokus kendaraan motor listrik untuk kurir, ojek daring, armada perusahaan, kendaraan dinas, dan masyarakat di kota besar,” kata Faisol, dalam Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2026, Rabu (28/10/2026).
BACA JUGA
- SustainLife Today Kembali Gelar ESG Initiative Awards 2026, Sambut Efektivitas Regulasi Baru OJK
- OJK Perketat Aturan Pelaporan 2027, Korporasi Dituntut Buktikan Dampak ESG Terukur
- Tuntutan Transparansi Menguat, Kepemimpinan Korporasi Kini Diuji Lewat Dampak ESG Terukur
Selain memacu sepeda motor listrik, Kemenperin juga mendorong akselerasi pada segmen kendaraan penumpang roda empat dan komersial melalui penguatan kapasitas manufaktur dalam negeri. Pemerintah turut membidik elektrifikasi koridor transportasi umum serta kendaraan niaga perusahaan, baik tipe on-road maupun off-road.
“Untuk mobil penumpang, kami juga menyiapkan agar pada 2027 hingga 2030 memperluas model EV yang diproduksi dalam negeri, terutama mobil keluarga dan kendaraan compact yang sesuai kebutuhan di Indonesia,” ujar dia.
Memasuki rentang tahun 2031 hingga 2035, program elektrifikasi diproyeksikan akan diperluas secara merata ke seluruh wilayah Indonesia.
BACA JUGA
- Cegah Pencemaran Lingkungan, Sucofindo Fasilitasi Konversi Minyak Jelantah Jadi Energi
- Kurangi Impor Fosil, PLN EPI Kembangkan Biohidrogen Berbasis Biomassa
- Pangkas Emisi dan Energi, Green SM Hadirkan Skema Kemitraan EV Terintegrasi di Indonesia
Berdasarkan rekapitulasi data hingga Agustus 2026, populasi kendaraan listrik di Tanah Air telah mencapai 541.678 unit, meningkat pesat dari posisi tahun lalu yang berada di kisaran 400 ribu unit. Segmen sepeda motor roda dua mencatatkan porsi terbesar sebanyak 280,1 ribu unit, disusul kendaraan penumpang roda empat (259 ribu unit), bus (936 unit), kendaraan roda tiga (919 unit), mobil barang (607 unit), dan kendaraan khusus (3 unit).
Guna menopang laju pertumbuhan tersebut sekaligus menekan ketergantungan impor, Kemenperin tengah menginventarisasi kebutuhan rantai pasok komponen untuk dikembangkan oleh industri manufaktur lokal. Sementara itu, regulasi skema insentif motor listrik saat ini masih dalam tahap pembahasan intensif bersama Kementerian Keuangan.
“Misalnya bodi, rangka, kabel dan wiring harness, jok, interior, kaca, serta ban, sebagian sudah ada industrinya dalam negeri. Lalu battery-pack, rumah baterai, dan stasiun pengisian,” ujar dia.
