Jajaki Teknologi Gasifikasi Plasma, PLN EPI dan FLEXIH Inc Garap Hidrogen Rendah Karbon
Jakarta, sustainlifetoday.com – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) resmi menjajaki kerja sama pengembangan fasilitas produksi hidrogen rendah karbon berbasis biomassa dengan mengadopsi teknologi gasifikasi plasma bersama perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, FLEXIH Inc. Langkah awal kemitraan strategis ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerahasiaan (non-disclosure agreement/NDA) di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Melalui kesepakatan tersebut, kedua entitas akan bertukar data dan informasi mengenai potensi biomassa domestik sebagai bahan baku utama, pemetaan peluang penyerapan (offtake) hidrogen, serta opsi partisipasi investasi dalam pengembangan proyek energi bersih di Indonesia.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menjelaskan bahwa penandatanganan NDA menjadi landasan hukum yang krusial sebelum kedua pihak melangkah ke tahap evaluasi teknis dan keekonomian yang lebih mendalam.
“Penandatanganan perjanjian kerahasiaan atau non-disclosure agreement pada hari ini merupakan langkah awal yang sangat penting dan strategis,” ujar Hokkop dalam keterangan resminya, Rabu (21/10/2026).
FLEXIH Inc. merupakan pengembang teknologi energi bersih berbasis di AS yang berfokus pada teknologi modular E-Refinery untuk menghasilkan hidrogen, amonia, serta bahan bakar dan bahan kimia rendah karbon. Penerapan teknologi gasifikasi plasma dinilai berpotensi meningkatkan nilai tambah berbagai jenis biomassa yang dikembangkan PLN EPI dalam skema diversifikasi energi dan dekarbonisasi nasional.
Meski demikian, penerapan teknologi ini memerlukan evaluasi lanjutan guna menguji kesesuaian dengan karakteristik spesifik biomassa di Indonesia, khususnya yang memiliki kadar air relatif tinggi sekaligus mengukur tingkat kelayakan ekonomi proyek secara komprehensif.
BACA JUGA
- PM Malaysia Anwar Ibrahim Usulkan ASEAN Bantu Tangani Karhutla Indonesia
- Mitigasi Abrasi Pantura, Pemerintah Padukan Restorasi Mangrove dan Teknologi HexBricks di Demak
- Cetak Rekor, Produksi Listrik Panas Bumi PGEO Tembus 4.114 GWh per September 2026
CEO sekaligus Founder FLEXIH Inc., Natarianto Indrawan, menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemilik sumber daya biomassa lokal dan penyedia teknologi guna mempercepat transisi energi nasional.
“Pengembangan energi masa depan tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Kita perlu membangun kolaborasi yang menghubungkan potensi sumber daya dan kebutuhan industri,” ujar Natarianto.
Natarianto menambahkan, teknologi gasifikasi plasma memiliki keunggulan adaptif dalam mengolah biomassa berkadar air relatif tinggi, sehingga berpotensi memperkuat kemandirian energi nasional melalui pendekatan teknologi yang tepat.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat bersama-sama mengkaji bagaimana teknologi dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik biomassa yang tersedia, serta aspek keekonomian proyek,” kata Natarianto.
BACA JUGA
