Cegah Tabrakan Kapal, PIS Manfaatkan Teknologi Satellite Tag untuk Konservasi Hiu Paus
JAKARTA, SustainLifeToday.com — PT Pertamina International Shipping (PIS) menjalin kolaborasi dengan Konservasi Indonesia untuk memperkuat perlindungan hiu paus di perairan Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Kemitraan ini memanfaatkan teknologi satellite tag guna memantau pola pergerakan satwa serta mengidentifikasi wilayah rentan yang berpotensi menjadi titik interaksi (tabrakan) antara hiu paus dengan kapal yang melintas.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen PIS dalam mengimplementasikan prinsip pelayaran berkelanjutan (sustainable shipping) seraya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati laut. Perusahaan memandang bahwa mitigasi risiko kecelakaan pelayaran dengan megafauna laut adalah aspek fundamental dari keberlanjutan operasional bisnis.
Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menegaskan bahwa aktivitas operasional pelayaran harus mampu berjalan secara beriringan dengan perlindungan ekosistem pesisir dan laut.
“PIS mengoptimalkan pelayaran berkelanjutan dan menjaga keanekaragaman hayati, terutama ekosistem laut, sehingga bisnis dan lingkungan dapat berjalan secara harmonis dan lestari untuk masa depan,” ujar Vega dilansir dari siaran pers, Jumat (11/9).
Menurut Vega, inisiatif program konservasi hiu paus ini menjadi bukti konkret tentang bagaimana dunia usaha dapat berperan aktif menjawab tantangan lingkungan melalui kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi mutakhir.
BACA JUGA
- Lewat Program TJSL, Brantas Abipraya Berikan Sertifikasi Kompetensi MSDM Gratis
- Bappenas Susun Blue Print Food Loss and Waste Berbasis Pangan Lokal
- Dorong Dekarbonisasi Industri Nikel, KLH Perluas Perdagangan Karbon Melalui Skema ETS
Sebagai informasi, hiu paus merupakan salah satu megafauna laut yang memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Spesies kharismatik ini juga menjadi pilar utama potensi ekowisata berbasis konservasi yang terus berkembang di wilayah pesisir Kalimantan Timur, khususnya kawasan Talisayan dan Kepulauan Derawan.
Di sisi lain, pergerakan alami hiu paus saat mencari makan maupun bermigrasi sering kali bersinggungan langsung dengan padatnya jalur kapal. Oleh karena itu, penerapan teknologi pemantauan satelit diharapkan menjadi mitigasi efektif untuk melindungi satwa tersebut dari risiko fatal aktivitas pelayaran komersial.
