Resmi Gunakan Biodiesel B50, KAI Pangkas 9.000 Ton Emisi Karbon dalam 55 Hari
Jakarta, sustainlifetoday.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan kinerja operasional yang ramah lingkungan dengan melayani sebanyak 40.379.062 pelanggan kereta jarak jauh dan lokal. Guna menunjang mobilitas armada masif tersebut, KAI menghabiskan total 172.228.585 liter bahan bakar minyak, dengan rata-rata konsumsi energi yang sangat efisien yakni sekitar 4,27 liter per pelanggan.
Capaian efisiensi ini tak lepas dari langkah strategis manajemen KAI yang resmi menerapkan penggunaan bahan bakar campuran biodiesel B50 pada seluruh armada kereta diesel sejak 1 Juli 2026. Berdasarkan data efisiensi energi transportasi massal berbasis rel yang dirilis pada Minggu (6/9/2026), inovasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan mendukung target penurunan emisi karbon nasional.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa penggunaan B50 selama 55 hari pertama penerapan terbukti ampuh memangkas emisi karbon hingga sekitar 9.000 ton CO2 e.
“Kereta api memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. KAI terus melakukan berbagai inovasi operasional agar layanan semakin efisien, termasuk melalui pemanfaatan bahan bakar yang mendukung pengurangan emisi,” ujar Anne.
Langkah progresif KAI ini sejalan dengan proyeksi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menargetkan penurunan emisi nasional sebesar 44,46 juta ton melalui optimalisasi energi berbasis sumber daya domestik.
BACA JUGA
- Program SINAR ZONAEBT Cetak 50 Teknisi PLTS Tersertifikasi di Tingkat Desa
- Pabrik BYD Subang Mulai Berproduksi, Targetkan Kapasitas 150 Ribu Unit EV
- Sambut Usia Ke-28, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region
Komitmen keberlanjutan KAI dalam menekan jejak karbon juga didukung oleh rekam jejak efisiensi yang konsisten. Sepanjang tahun 2025, total konsumsi energi perusahaan tercatat turun signifikan sebesar 15,39 persen, yakni menyusut dari 11.945.467 GJ menjadi 10.107.302 GJ. Penurunan konsumsi energi ini turut diikuti oleh merosotnya intensitas energi per pelanggan sebesar 22 persen.
Sebagai pelengkap strategi transisi energi bersih, KAI telah memasang 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 92 lokasi fasilitas operasional dengan total kapasitas mencapai 4.430,65 kWp. Inisiatif mandiri ini diproyeksikan mampu menekan emisi hingga 5.000 ton $\text{CO}_2$ per tahun.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan bahwa perusahaan akan terus memperkuat inovasi berkelanjutan demi menghadirkan layanan transportasi massal masa depan yang hijau dan andal.
“KAI terus memperkuat inovasi melalui efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, dan peningkatan kualitas operasional. Langkah ini dilakukan agar layanan kereta api semakin berkualitas sekaligus mendukung perjalanan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkas Wisnu.
