Kemenhut Luncurkan Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak Se-Indonesia
Jakarta, sustainlifetoday.com – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) secara resmi meluncurkan Gerakan Pemulihan Ekosistem secara serentak di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat restorasi kawasan hutan nasional sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko, menjelaskan bahwa peluncuran gerakan nasional ini menjadi puncak dari peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026.
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo untuk melakukan restorasi hutan, maka hari ini kami mohon Pak Menteri berkenan meluncurkan Gerakan Pemulihan Ekosistem secara serentak sebagai komitmen bersama,” ujarnya di Taman Wisata Alam (TWA) Angke, Jakarta, Senin (10/8).
Satyawan memaparkan bahwa kegiatan pemulihan ekosistem ini menggerakkan secara langsung 74 Unit Pelaksana Teknis (UPT) KSDAE yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.
Pada peringatan tahun 2026, HKAN mengusung tema “Konservasi Alam Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia”. Pesan ini menegaskan krusialnya kolaborasi lintas sektor serta lintas generasi dalam memelihara kelestarian keanekaragaman hayati tanah air. Satyawan menggarisbawahi bahwa kompleksitas tantangan pemulihan ekosistem dan perlindungan lingkungan saat ini tidak dapat dipikul oleh pemerintah semata, melainkan menuntut sinergi erat bersama masyarakat lokal, pelaku dunia usaha, akademisi, hingga media massa.
BACA JUGA
- Studi Ungkap Anomali Ekonomi RI, Ekonomi Meroket Tapi Badai PHK Hantam Ribuan Pekerja
- Risiko Kesehatan Mental Anak dan Pemuda Melonjak Akibat Kenaikan Suhu Ekstrem
- AESI Sebut Target PLTS 100 GW dalam Tiga Tahun Belum Realistis
Sebagai aksi nyata restorasi habitat dan keanekaragaman satwa, rangkaian HKAN 2026 di TWA Angke diisi dengan aksi penanaman pohon mangrove serta pelepasliaran 15 ekor burung air langka Ibis cucukbesi (Threskiornis melanocephalus).
“Dukungan kita sekarang sudah 70-80 persen populasi mangrove dari total luas TWA ini. Bukan cuma itu, juga dijaga ekosistemnya, pelepasliaran burung air ini,” katanya.
Satyawan berharap peringatan HKAN yang jatuh pada setiap tanggal 10 Agustus ini mampu menjadi daya dorong untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam merawat alam Indonesia demi keberlanjutan generasi mendatang.
Di tingkat nasional, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan mematok target besar pencapaian keseimbangan degradasi lahan seluas 12,3 juta hektare hingga tahun 2030. Di dalamnya mencakup program rehabilitasi mangrove yang diakselerasi lewat program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) di empat provinsi prioritas—Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara—dengan target luasan mencapai 41.000 hektare hingga 2027.
“Ini upaya yang kita lakukan secara terus-menerus juga komitmen Kementerian Kehutanan untuk membangun kesadaran bahwa konservasi alam ini ada upaya yang jangka panjang. Dan HKAN ini melibatkan semua mitra sehingga kita harapkan peran serta masyarakat di dalam konservasi, dalam menjaga kelestarian sumber daya alam beserta ekosistemnya dapat dilakukan secara bersama-sama dan partisipatif,” kata dia menekankan.
