Rilis Laporan Keberlanjutan 2025, VFS Global Soroti Integrasi Responsible AI dan Penurunan Emisi
Jakarta, sustainlifetoday.com – VFS Global, penyedia layanan teknologi untuk mobilitas dan layanan pemerintah, secara resmi merilis Laporan Keberlanjutan ketujuh yang merekam jejak kinerja ESG perusahaan sepanjang tahun 2025. Laporan ini menyoroti pertumbuhan operasional yang stabil, yang berjalan selaras dengan transformasi digital melalui integrasi kerangka kerja Kecerdasan Buatan yang Bertanggung Jawab (Responsible AI) serta perluasan jangkauan global.
Penyusunan laporan ini merujuk pada standar Global Reporting Initiative (GRI) dan telah diselaraskan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (UN SDGs), Pakta Global PBB (UNGC), serta pedoman Sustainability Accounting Standards Board (SASB) untuk Sektor Jasa Profesional dan Komersial.
Founder dan Chief Executive Officer VFS Global, Zubin Karkaria, menyebutkan bahwa tahun 2025 merupakan momentum bersejarah di mana komitmen keberlanjutan secara nyata mendorong ekspansi perusahaan sekaligus menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat.
“Kami mencatat kemajuan yang berarti dengan memperkuat keterlibatan karyawan, meningkatkan investasi CSR hingga hampir dua kali lipat, serta terus menurunkan emisi gas rumah kaca di seluruh lini operasional kami. Selain meningkatkan daur ulang limbah elektronik sebesar 41%, sebanyak 65% dari karyawan baru kami pada tahun ini adalah perempuan. Pencapaian ini, bersama tingkat kepuasan pelanggan sebesar 97,6%, menunjukkan bahwa dampak sosial dan kinerja yang kuat dapat berjalan beriringan,” ujar Zubin Karkaria dalam siaran persnya, Senin (8/3).
Sepanjang tahun 2025, VFS Global mempertegas komitmennya dalam pemanfaatan teknologi aman dengan menerapkan tata kelola Responsible AI di seluruh lini operasional.
Tata kelola ini secara ketat memastikan bahwa setiap operasional kecerdasan buatan tetap menjunjung tinggi privasi data dan selalu berada di bawah pengawasan manusia. Komitmen tersebut membuahkan penghargaan bergengsi berupa sertifikasi Dubai AI Seal, yang mengukuhkan status VFS Global sebagai Perusahaan Berbasis AI Tepercaya (Trusted AI Enterprise).
BACA JUGA
- Dampak Nyata Perubahan Iklim, Keringnya Sungai Danube Hantam Pariwisata dan Energi Eropa
- BRIN Luncurkan Inovasi BioReKarst 3S yang Bisa Pulihkan Lahan Pascatambang
- Kebijakan Mandatori Biodiesel B50 Berisiko Timbulkan Utang Karbon Ratusan Tahun
Sebagai wujud nyata dari tata kelola tersebut, hingga akhir 2025, perusahaan telah mengembangkan enam solusi berbasis AI. Setidaknya satu di antaranya telah diadopsi oleh lebih dari 20 klien institusi pemerintahan di berbagai belahan dunia. Pertumbuhan bisnis di tahun tersebut juga ditandai dengan langkah strategis akuisisi saham mayoritas CiX Citizen Experience, penyedia layanan publik terkemuka di Brasil.
Head of Sustainability VFS Global, Shireen Mistree, menekankan bahwa Laporan Keberlanjutan 2025 memotret keberhasilan perusahaan dalam meleburkan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan dan sosial ke dalam setiap detak bisnis guna mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab.
“Penilaian Materialitas Ganda (Double Materiality Assessment) kedua kami menjadi tonggak penting yang memungkinkan perusahaan lebih memahami, memprioritaskan, dan mengelola dampak sosial dan lingkungan secara berdampingan dengan faktor-faktor yang krusial bagi bisnis kami. Pendekatan ini memperkuat kemampuan kami dalam mengantisipasi risiko, merespons ekspektasi regulasi, dan mengambil keputusan yang tepat demi mendukung ketahanan jangka panjang,” ujarnya.
