PLN Indonesia Power Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Lewat MAGBIO
Jakarta, sustainlifetoday.com – Upaya pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan terus didorong oleh PT PLN Indonesia Power. Melalui Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Kepulauan Riau Unit Pelaksana Pembangkitan (UP) PLTU Tanjung Balai Karimun, perusahaan memperkenalkan Program MAGBIO (Maggot for Biokonversi Food Waste), sebuah inovasi pengolahan sampah sisa makanan berbasis pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot.
Program yang diperkenalkan pada 17 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN Indonesia Power dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan sekaligus memperkuat penerapan prinsip ekonomi sirkular di wilayah operasional perusahaan.
Melalui program ini, sampah organik yang sebelumnya berpotensi menjadi sumber pencemaran lingkungan diolah melalui proses biokonversi menggunakan maggot BSF. Hasil pengolahan tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga menghasilkan pupuk kompos dan pakan ternak yang memiliki nilai ekonomi.
Kegiatan sosialisasi dan edukasi Program MAGBIO diikuti oleh masyarakat Kecamatan Tebing serta perwakilan SMA Negeri 3 Karimun. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai persoalan food waste, pengenalan maggot BSF, hingga manfaat yang dihasilkan dari proses pengolahan limbah organik tersebut. Materi disampaikan oleh Tim Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lindungan Lingkungan (K4L) UP PLTU Tanjung Balai Karimun.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, mengatakan Program MAGBIO merupakan bentuk inovasi yang menghubungkan pengelolaan lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat.
“PLN Indonesia Power meyakini bahwa transisi menuju masa depan yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi dan inovasi yang dimulai dari langkah-langkah sederhana di sekitar kita. Program MAGBIO menunjukkan bahwa sampah organik tidak harus berakhir menjadi limbah, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, dikutip Selasa (23/6).
Menurutnya, pengelolaan sampah organik berbasis maggot BSF dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi meningkatnya volume sampah makanan sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan.
BACA JUGA
- BRIN Identifikasi Rhododendron Yombuwurii, Tanaman Baru dari Hutan Sulawesi
- Inpres Perlindungan Gajah Segera Terbit, Pembangunan Wajib Perhatikan Jalur Satwa
- KKP Bangun Lab Uji Radioaktif Pertama di Asia Tenggara untuk Produk Perikanan
Sementara itu, Manager UP PLTU Tanjung Balai Karimun menilai pemanfaatan maggot BSF merupakan implementasi nyata prinsip ekonomi sirkular yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.
“Program MAGBIO merupakan inovasi sederhana yang memberikan manfaat besar bagi lingkungan. Melalui pemanfaatan maggot BSF, sampah sisa makanan yang sebelumnya menjadi limbah dapat diolah menjadi produk yang bernilai guna, seperti pupuk kompos dan pakan ternak. Kami berharap pengetahuan yang dibagikan melalui kegiatan ini dapat diterapkan oleh masyarakat sehingga pengelolaan sampah organik dapat dilakukan secara lebih efektif, mandiri, dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui Program MAGBIO, PLN Indonesia Power berharap dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik yang produktif dan berkelanjutan. Selain membantu mengurangi permasalahan food waste, program ini juga diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
