Reklamasi Tambang Jadi Pilar Keberlanjutan, MIND ID Perkuat Pemulihan Ekosistem
Jakarta, sustainlifetoday.com – Upaya reklamasi dan pemulihan lingkungan semakin menjadi bagian integral dari strategi keberlanjutan industri pertambangan nasional. Grup MIND ID bersama sejumlah perusahaan anggotanya terus memperluas berbagai program rehabilitasi lahan, konservasi keanekaragaman hayati, hingga pengembangan energi hijau untuk mendukung praktik pertambangan yang lebih berkelanjutan.
Pendekatan tersebut mencerminkan perubahan paradigma dalam sektor pertambangan. Reklamasi tidak lagi dipandang sekadar kewajiban pascatambang, tetapi menjadi instrumen penting untuk memulihkan fungsi ekologis sekaligus menciptakan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Berbagai perusahaan anggota MIND ID menjalankan program pemulihan lingkungan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah operasional masing-masing.
“Mulai revegetasi lahan bekas tambang, rehabilitasi ekosistem sungai dan pesisir, konservasi biodiversitas, hingga pengembangan tanaman energi yang mendukung pengurangan emisi karbon,” demikian keterangan manajemen MIND ID, Senin (8/6).
Di PT Aneka Tambang Tbk (Antam), reklamasi menjadi bagian dari strategi pemulihan lingkungan jangka panjang. Perusahaan menjalankan program rehabilitasi secara sistematis untuk memastikan area pascatambang tetap aman, stabil, dan produktif.
Program tersebut meliputi penataan lahan, pengendalian erosi dan sedimentasi, revegetasi menggunakan spesies lokal, hingga pemantauan kualitas lingkungan secara berkala. Antam juga memperkuat konservasi keanekaragaman hayati melalui pemantauan flora dan fauna, rehabilitasi ekosistem sungai, serta perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi di sekitar area operasional.
BACA JUGA
- KEK Batang Integrasikan Pengembangan Industri dengan Restorasi Ekosistem Pesisir
- Pemprov DKI Jajaki Model Pengolahan Sampah Ciangir untuk Kurangi Beban Bantargebang
- Satwa Liar Kembali Muncul di IKN, Jadi Indikator Pemulihan Ekosistem Smart-Forest City
Sepanjang 2025, Antam tercatat telah menanam lebih dari 195 ribu pohon di kawasan pascatambang maupun area rehabilitasi lainnya sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengembangkan pendekatan reklamasi berbasis energi terbarukan melalui penanaman kaliandra merah di lahan bekas tambang. Tanaman energi tersebut dimanfaatkan sebagai bahan baku wood pellet yang digunakan dalam program co-firing pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Pemanfaatan biomassa sebagai campuran batu bara dinilai mampu mendukung pengurangan emisi karbon sekaligus memberikan fungsi produktif bagi lahan reklamasi.
Hingga 2025, PTBA bersama mitra akademik telah menanam lebih dari 240 ribu batang kaliandra merah di lahan seluas 26,47 hektare. Inisiatif ini menunjukkan potensi lahan pascatambang untuk mendukung agenda transisi energi dan dekarbonisasi nasional.
Di sisi lain, PT Freeport Indonesia menjadikan pengelolaan biodiversitas sebagai salah satu fokus utama dalam strategi keberlanjutan perusahaan. Berbagai sistem pengelolaan lingkungan terus diterapkan guna meminimalkan dampak operasional terhadap ekosistem di sekitar wilayah tambang.
