Menag: Masjid Istiqlal akan Terapkan Sistem Kurban Higienis dan Ramah Lingkungan
Jakarta, sustainlifetoday.com – Nasaruddin Umar mengatakan penyembelihan hewan kurban di Masjid Istiqlal akan dilakukan dengan sistem higienis dan ramah lingkungan untuk mencegah pencemaran sungai maupun kawasan sekitar masjid.
“Tidak ada satu tetes pun darah atau limbah yang masuk ke sungai. Semua sudah disiapkan dengan sistem pengelolaan yang baik,” ujar Nasaruddin dikutip dari Antara, Selasa (26/5).
Menteri Agama tersebut menjelaskan Masjid Istiqlal telah memiliki fasilitas penyembelihan modern dengan kapasitas besar. Dalam satu waktu, proses penyembelihan dapat dilakukan di beberapa titik sekaligus dan mampu menangani hingga 200 ekor hewan kurban dalam satu hari.
Selain itu, seluruh limbah penyembelihan disebut akan dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
BACA JUGA
- Kawasan Wisata Gunung Bromo Ditutup Sementara pada 30 Mei–2 Juni 2026
- Peneliti Temukan Populasi Hiu Air Tawar yang Nyaris Punah di Kalimantan
- Indocement Operasikan PLTS 71,9 MW untuk Dekarbonisasi Industri Semen
Sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin juga menyampaikan bahwa perayaan Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi tahun ini mengusung tema “Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan”.
Menurutnya, tema tersebut sejalan dengan agenda besar Kementerian Agama Republik Indonesia terkait ekoteologi dan teologi cinta, yang diharapkan dapat memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan nilai-nilai kemanusiaan melalui ibadah kurban.
Dalam pesannya kepada jemaah, Nasaruddin juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kawasan masjid dengan membawa pulang sampah masing-masing atau membuangnya di tempat yang telah disediakan.
“Masjid Istiqlal baru saja mendapat penghargaan dunia karena dinilai efektif, efisien, tertib, dan bersih. Ini harus kita jaga bersama,” kata dia.
