Pramono akan Panggil Seluruh Wali Kota Jakarta untuk Basmi Ikan Sapu-Sapu di Sungai
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengambil langkah tegas untuk menekan dampak spesies invasif ikan sapu-sapu yang dinilai merusak ekosistem perairan dan infrastruktur tanggul di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan akan menggelar rapat khusus guna menginstruksikan seluruh wali kota di Jakarta untuk terlibat langsung dalam penanganan masalah tersebut.
“Dan dalam waktu dekat ini Pemerintah DKI Jakarta akan mengadakan rapat khusus mengenai ikan sapu-sapu. Karena saya akan minta seluruh wali kota, kalau di Pulau Seribu enggak lah, semua wali kota untuk menangani ini karena memang dampaknya sudah terasa,” ujar Pramono di Jakarta Timur, Selasa (14/4).
Langkah awal penertiban spesies asing ini telah diuji coba melalui operasi pembersihan di Kali Cideng, kawasan depan Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. Aksi tersebut melibatkan petugas yang turun langsung ke sungai untuk menangkap ikan sapu-sapu.
“Jadi penanganan ikan sapu-sapu yang dilakukan di depan Plaza Indonesia itu sebagai contoh role model penanganan nanti di tempat lain,” kata Pramono.
BACA JUGA
- Danantara Bentuk PT Denera untuk Kelola Investasi Sampah dan PSEL
- CESGS Resmi Luncurkan ESG Outlook: Leaders in ESG Management in Saudi Arabia 2022-2024
- Menuju Kota Modern, Pemprov DKI Siap Hadapi Tantangan Limbah B3 Baterai EV
Menurutnya, keberadaan ikan sapu-sapu menjadi ancaman serius karena sifatnya yang agresif dan merusak. Spesies ini tidak hanya mengganggu keseimbangan ekosistem, tetapi juga berpotensi merusak struktur tanggul.
“Apalagi ini kan ikan yang berasal dari Amerika Selatan, mereka sangat kuat dan kemudian menjadi predator bagi ikan-ikan lokal, wader dan sebagainya. Makanannya diambil semua dan mereka merusak tanggul-tanggul yang ada karena rumahnya itu di sana,” jelas Pramono.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menuntaskan persoalan ini secara menyeluruh, sekaligus menjadikan langkah tersebut sebagai model penanganan bagi daerah lain di Indonesia.
Operasi penangkapan sebelumnya di Kali Cideng melibatkan sekitar 100 personel gabungan dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) serta Gulkarmat Jakarta Pusat. Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil menangkap 41 ekor ikan sapu-sapu berukuran besar.
