Pemkab Bogor Uji Coba Bus Listrik Gratis, Jadi Langkah Awal Transum Ramah Lingkungan
Jakarta, sustainlifetoday.com — Pemerintah Kabupaten Bogor resmi meluncurkan layanan bus listrik sebagai bagian dari transformasi menuju sistem mobilitas yang lebih ramah lingkungan. Peluncuran ini dilakukan langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam momentum Car Free Day di kawasan Jalan Tegar Beriman, Cibinong.
Rudy menjelaskan, kehadiran bus listrik merupakan langkah konkret dalam mendukung efisiensi energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
“Bus listrik ini seratus persen menggunakan tenaga listrik dan seratus persen gratis bagi masyarakat selama masa uji coba. Ini merupakan langkah awal kita untuk menghadirkan transportasi publik yang ramah lingkungan di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy dilansir laman Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Senin (6/4).
Pada tahap awal, empat unit bus listrik dioperasikan dalam masa uji coba selama tiga bulan. Jika mendapatkan respons positif, layanan ini akan diperluas melalui skema Buy The Service (BTS) dengan dukungan subsidi pemerintah pusat dan daerah.
Rute awal menghubungkan kawasan Bojonggede hingga Sentul City, termasuk titik-titik strategis seperti AEON Sentul dan kawasan Sirkuit Sentul. Jalur ini dipilih karena tingginya mobilitas masyarakat, khususnya pengguna KRL dari Stasiun Bojonggede yang mencapai sekitar 50 ribu orang per hari.
BACA JUGA
- Harga BBM Ditahan, Menkeu Purbaya: Beban Subsidi Energi Bisa Naik Rp100 Triliun
- Paskah 2026 Angkat Isu Lingkungan, Keuskupan Agung Soroti Keutuhan Alam Ciptaan
- Deforestasi Indonesia Melonjak 66% pada 2025, Kalimantan dan Papua Jadi Sorotan
Melalui layanan ini, masyarakat diharapkan beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik yang lebih efisien dan rendah emisi.
“Dengan adanya bus ini, masyarakat yang turun di Stasiun Bojonggede tidak perlu lagi menggunakan kendaraan bermotor pribadi karena pemerintah sudah menyiapkan transportasi lanjutan yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bogor juga mengkaji pengembangan transportasi wisata berbasis ramah lingkungan, termasuk bus tingkat (double decker) dengan rute Cibinong hingga kawasan Puncak.
Rudy berharap inisiatif ini menjadi titik awal transformasi sistem transportasi daerah menuju mobilitas yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
“Melalui transportasi publik yang ramah lingkungan, kita ingin menghadirkan layanan yang lebih nyaman bagi masyarakat sekaligus menjaga kualitas udara di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.
