Dorong Transisi Energi, Pertamina Gaungkan Budaya Hemat Energi
JAKARTA, sustainlifetoday.com — PT Pertamina (Persero) terus mendorong penghematan energi bukan sekadar imbauan, tetapi sebagai budaya yang diterapkan dalam aktivitas kerja maupun operasional perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya efisiensi internal sekaligus mendorong masyarakat lebih bijak dalam penggunaan energi sehari-hari.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap keberlanjutan energi nasional, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang berdampak pada pasokan energi.
“Gerakan bersama menghemat energi makin diperlukan untuk mendukung upaya Pemerintah dalam menjaga keberlanjutan energi di tengah dinamika geopolitik global saat ini,” ujar Baron dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3).
Dorong Transportasi Publik dan Gaya Hidup Efisien Energi
Sebagai bagian dari implementasi budaya hemat energi, Pertamina mendorong pekerja untuk beralih ke transportasi publik. Perusahaan menyediakan layanan shuttle bus dari kantor menuju stasiun, halte bus, serta titik transportasi umum lainnya untuk memudahkan akses pekerja ke moda transportasi massal.
BACA JUGA
- Euforia Kripto Dibayangi Jejak Karbon Raksasa, Emisinya Setara Satu Negara!
- Lebaran 2026 Bisa Picu 72 Ribu Ton Sampah, Mudik Massal Jadi Ancaman Lingkungan?
- Mudik Pakai Mobil Listrik Bisa Hemat 40%, EV Mulai Kuasai Jalanan Lebaran 2026
Program serupa juga diterapkan di berbagai unit kerja daerah melalui layanan antar-jemput ke kompleks perumahan maupun titik kumpul strategis. Selain itu, pekerja juga didorong untuk berbagi kendaraan kantor guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Efisiensi energi juga diintegrasikan dengan program kesehatan melalui inisiatif Sehat Bugar dan Senang (SEBUSE). Dalam program ini, pekerja didorong berjalan kaki menuju halte atau stasiun, serta mengikuti program Bike to Work.
“Berbagai program dikembangkan Pertamina sebagai budaya di internal pekerja, sehingga selain berdampak pada kebugaran tubuh, juga menghemat energi yang jauh hari sudah dilakukan,” kata Baron.
Di lingkungan kantor, Pertamina juga mendorong kebiasaan sederhana seperti mematikan lampu dan perangkat listrik saat tidak digunakan. Selain itu, desain gedung yang memaksimalkan pencahayaan alami melalui penggunaan kaca turut membantu menekan konsumsi listrik.
Dalam operasional bisnis, Pertamina juga memanfaatkan energi terbarukan melalui pemasangan panel surya di sejumlah SPBU serta aset perkantoran dan operasional lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi transisi energi perusahaan.
Budaya hemat energi juga diperluas kepada masyarakat melalui berbagai program, salah satunya Mudik Bersama dan Balik Bersama. Program ini mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik secara lebih efisien selama musim mudik.
“Tahun ini, Pertamina juga menyediakan empat armada bus untuk balik ke Jakarta, sehingga Pertamina turut berkontribusi untuk penghematan energi,” jelas Baron.
Selain itu, Pertamina juga mengembangkan program Desa Energi Berdikari yang kini telah hadir di 252 lokasi di seluruh Indonesia. Program ini membantu masyarakat memanfaatkan energi baru terbarukan secara mandiri dan berkelanjutan.
Perusahaan juga terus memperluas jaringan gas rumah tangga sebagai alternatif energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Dukung Target Net Zero Emission 2060
Menurut Baron, perubahan perilaku dalam penggunaan energi harus dimulai dari lingkungan internal sebelum diperluas ke masyarakat luas.
“Pertamina berupaya memulai dari lingkungan internal dan keluarga pekerja, yang diharapkan dapat membangun kesadaran bersama untuk bijak menggunakan energi sesuai kebutuhan. Gerakan hemat energi ini akan menjadi budaya yang akan memperkuat swasembada energi bangsa,” ujarnya.
Seluruh inisiatif tersebut merupakan bagian dari transformasi Pertamina yang berorientasi pada keberlanjutan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Upaya ini juga mendukung target Net Zero Emission 2060 serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
