Ajinomoto Dorong Pengurangan Plastik dan Edukasi Sampah Lewat Program Ajinomoto Health Provider
Jakarta, sustainlifetoday.com – Grup Ajinomoto Indonesia memperkuat komitmen keberlanjutannya melalui integrasi berbagai inisiatif lingkungan dalam program Ajinomoto Health Provider.
Program ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung kesejahteraan berkelanjutan bagi manusia, masyarakat, dan bumi melalui pendekatan AminoScience.
Melalui Ajinomoto Health Provider, perusahaan menghadirkan sejumlah inisiatif lingkungan yang dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui inovasi kemasan yang lebih ramah lingkungan.
Sejak 2020, Ajinomoto mulai menerapkan berbagai terobosan, seperti penggunaan material daur ulang melalui kemasan mono-material serta pengurangan ketebalan kemasan guna meminimalkan penggunaan plastik pada beberapa produk.
Perusahaan juga menjadi yang pertama menggunakan kemasan MSG berbahan kertas melalui produk AJI-NO-MOTO® Paper Packaging, yaitu kemasan yang mengganti sebagian material plastik dengan kertas sehingga mampu menurunkan penggunaan plastik hingga 30%.
“Untuk mempersiapkan Indonesia yang lebih baik, kami terus memperluas dampak Ajinomoto Health Provider tidak hanya melalui edukasi mengenai gizi seimbang, tetapi juga melalui pembentukan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bijak dan bertanggung jawab,” ujar Grant Senjaya, Head of Corporate Communication PT Ajinomoto Indonesia dalam pernyataan yang diterima Kamis (12/3).
Pada produk lain seperti Masako®, penerapan gerakan No Inner Plastic serta pengurangan header part berhasil menghemat penggunaan plastik sebesar 8,4%. Sementara itu, inovasi kemasan Sajiku® berbahan mono-material mampu menekan penggunaan plastik hingga 9,5% per kemasan.
Secara keseluruhan, berbagai inovasi kemasan tersebut memungkinkan Ajinomoto mengurangi penggunaan plastik hingga 1.736 ton pada 2025, sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam menekan timbulan sampah plastik.
BACA JUGA
- BRI Perkuat Pembiayaan Berkelanjutan, Portofolio Tembus Rp811,9 Triliun
- Ilmuwan Uji Teknologi Serap Karbon di Laut untuk Lawan Pemanasan Global
- Produksi Sampah Tinggi, Menteri LH Sebut Jakarta Masih Berstatus Kota Kotor
Selain inovasi kemasan, Ajinomoto juga memperluas dampak keberlanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk startup pengelolaan sampah Rekosistem dengan penyediaan fasilitas waste station yang beroperasi di Surabaya dan Mojokerto.
Fasilitas ini memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk menyetorkan sampah yang telah dipilah.
Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan berbagai bank sampah, seperti Bank Sampah Gunung Emas di Jakarta Timur, Bank Sampah Induk Patriot Bekasi, serta bank sampah di Karawang, Mojokerto, dan Surabaya, termasuk pengelolaan TPS 3R di Karawang dan Mojokerto.
Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Ajinomoto mencatat telah menangani 352 ton sampah sepanjang 2025.
Kehadiran fasilitas pengelolaan sampah ini tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi komunitas melalui skema pengumpulan sampah.
Ajinomoto juga menempatkan edukasi sebagai bagian penting dari keberhasilan program keberlanjutan tersebut.
Melalui program Berseri (Bersih dan Sehatkan Negeri), perusahaan menjalankan berbagai kegiatan untuk menarik sampah plastik multilapis (multi-layer plastic/MLP) sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat melalui program Greenducation.
Program ini dilaksanakan di Jakarta Timur, Bekasi, dan Karawang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah plastik dari jenis sampah lainnya agar tidak mencemari lingkungan dan dapat didaur ulang menjadi produk yang lebih bernilai.
Selama satu tahun pelaksanaan, program tersebut telah mengedukasi 2.400 peserta yang berasal dari komunitas, sekolah, dan warung makan mengenai pentingnya pemilahan sampah.
Program ini juga menyediakan drop box bagi mitra warteg, warung, dan pelaku usaha kecil untuk memudahkan pengumpulan kemasan produk Ajinomoto.
Selain masyarakat, Ajinomoto juga meningkatkan literasi lingkungan bagi karyawan sebagai bagian dari peran mereka sebagai Ajinomoto Health Provider.
Program Greenducation juga dilaksanakan secara nasional dengan edukasi pemilahan sampah menjadi tiga kategori, yaitu organik, anorganik, dan residu, serta penyediaan fasilitas drop box untuk menanamkan kebiasaan memilah sampah di lingkungan kerja.
“Kami berharap inisiatif ini dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan sehat. Ajinomoto juga berharap rangkaian program ini dapat memberikan dampak nyata, mendorong perilaku yang lebih bertanggung jawab, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk menghadirkan inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan,” kata Grant Senjaya.
BACA JUGA
