BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah di Awal Ramadan
Jakarta, sustainlifetoday.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, termasuk pada awal bulan Ramadan.
Berdasarkan Prospek Cuaca Mingguan periode 17–23 Februari, BMKG menyebut kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas Monsun Asia yang masih aktif dan berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di berbagai wilayah.
“Dalam beberapa hari ke depan, Monsun Asia masih diprakirakan aktif dan memberikan suplai massa udara serta perpindahan uap air menuju wilayah Indonesia yang cukup signifikan,” tulis BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 17-23 Februari.
BMKG menjelaskan kondisi ini diperkuat dengan Indeks Surge yang diprediksi signifikan dalam beberapa hari ke depan. Selain itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di Samudera Hindia Barat Daya Lampung, Barat Aceh, Perairan barat Kalimantan Barat, dan Samudera Pasifik utara Papua.
“Dengan kelembapan udara yang juga masih tinggi, kondisi di atas berpotensi meningkatkan curah hujan secara signifikan di sebagian wilayah Indonesia,” terang BMKG.
Selain dinamika atmosfer regional, BMKG juga mencatat sejumlah fenomena global yang turut memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia.
BACA JUGA:
- Pasar Mobil Listrik Indonesia Beradaptasi Usai Insentif Dihentikan
- KLH Dukung MUI Soal Fatwa Haram Membuang Sampah ke Sungai, Danau, dan Laut
- Pemerintah Tekan Impor BBM dan LPG, Dorong Produksi Domestik hingga Bahan Bakar Nabati
Pada skala global, nilai Southern Oscillation Index (SOI) dan Niño3.4 menunjukkan kondisi La Niña lemah yang berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.
Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) juga diperkirakan berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di hampir seluruh wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan karena aktivitasnya berada pada fase Indian Ocean.
Selain itu, kombinasi MJO, Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuator, dan Low Frequency terpantau aktif di sejumlah wilayah, termasuk Samudra Hindia barat Sumatra hingga barat daya Jawa, Selat Malaka, Laut China Selatan, Laut Natuna, Kalimantan, hingga wilayah Pasifik utara Papua.
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
BMKG memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pada periode 17–19 Februari, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Sementara itu, potensi angin kencang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua Selatan.
Untuk periode 20–23 Februari, hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi terjadi di Jawa Timur, Bali, dan Papua Pegunungan. Sedangkan potensi angin kencang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi Selatan, serta Maluku bagian tenggara.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, terutama pada awal Ramadan.
