KLH: Jakarta Belum Punya Lahan untuk Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi
Jakarta, sustainlifetoday.com — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menyatakan proses pengusulan lokasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih berlangsung. Hingga kini, Jakarta disebut belum memiliki lahan yang siap untuk pembangunan fasilitas tersebut.
“Jakarta belum. Jadi Jakarta sedang mengusulkan, karena memang Jakarta ini belum memiliki tanah untuk itu,” kata Menteri LH/Kepala BPLH Hanif ditemui usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta pada Senin (23/2).
Hanif menambahkan, Kementerian Lingkungan Hidup terus mendorong Pemprov DKI Jakarta dan Jawa Barat untuk melengkapi dokumen yang dibutuhkan dalam pengusulan pembangunan PSEL. Kedua wilayah tersebut menjadi prioritas karena memiliki volume timbulan sampah yang tinggi.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLH/BPLH, wilayah DKI Jakarta diperkirakan menghasilkan sekitar 9.180 ton sampah per hari pada tahun ini dan 8.700 ton per hari pada 2025.
Terkait pengajuan pembangunan PSEL di Jakarta, Hanif menyebut dokumen yang diajukan masih belum lengkap sehingga proses evaluasi belum dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.
BACA JUGA:
- Harga Cabai Rawit Tembus Rp150 Ribu per Kg, Perum Bulog: Kenaikan Dipicu Cuaca
- Indonesia Alami 4.879 Gempa di Januari 2026, BMKG: Aktivitas Tektonik Tinggi
- BRIN Kembangkan Tanggul Tegak Multifungsi untuk Tangani Banjir Rob di Pesisir
“Tapi dokumennya belum lengkap. Jadi setelah dokumennya lengkap, kami cek, baru kemudian kami bawa rapat di Rakortas di Kemenko Pangan. Setelah disetujui, kami akan melakukan ground check tim terpadu, hampir tujuh kementerian,” tutur Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan pemerintah berencana membangun fasilitas PSEL di 33 lokasi di Indonesia, berkurang dari rencana sebelumnya sebanyak 34 lokasi.
Untuk wilayah Jakarta, pemerintah merencanakan pembangunan tiga fasilitas PSEL di lokasi berbeda, termasuk di kawasan Bantargebang dan Jakarta Utara.
“Walaupun kotanya satu seperti Jakarta, tapi PSEL itu ada tiga. Di Bantargebang dua, sama di Jakarta Utara satu, ada tiga. Di Sunter ya, ada tiga. Itu berjalan karena darurat, itu memakai implementasi Waste to Energy,” kata Menko Pangan Zulkifli Hasan.
