Dukung ‘Green Port’ Tanjung Priok, Kemenhub dan Pelindo Gelar Uji Emisi Armada Logistik
Jakarta, sustainlifetoday.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL), menggencarkan pengetatan ambang batas emisi kendaraan di area operasional Tanjung Priok. Inisiatif ini ditempuh sebagai langkah konkret akselerasi pilar Green Port (pelabuhan hijau) dan pengendalian pencemaran udara di simpul logistik nasional.
Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, menekankan bahwa integrasi penanganan kualitas udara membutuhkan komitmen penuh seluruh rantai pasok transportasi darat yang beroperasi di pelabuhan.
“Pelabuhan merupakan simpul transportasi dengan pergerakan kendaraan sangat tinggi. Pengendalian emisi kendaraan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas udara dan mendorong sistem transportasi yang lebih berkelanjutan. Upaya seperti ini perlu dijalankan bersama oleh operator pelabuhan, perusahaan angkutan, dan pelaku usaha logistik,” ujar Suntana di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Langkah tersebut diamini Wakil Direktur Utama Pelindo, Drajat Sulistyo, yang menggarisbawahi perlunya partisipasi kolektif dari ribuan pengemudi dan perusahaan armada yang beraktivitas di pelabuhan setiap harinya.
“Setiap hari ribuan kendaraan keluar masuk kawasan pelabuhan. Karena itu, upaya menuju Green Port perlu melibatkan seluruh ekosistem yang bekerja dan beraktivitas di pelabuhan. Merdeka dari Emisi menjadi salah satu cara kami mengajak para pelaku logistik untuk ikut mengambil bagian,” beber Drajat.
BACA JUGA
- Perpres BPGMN Segera Rampung, Pemerintah Siapkan Badan Khusus Gambut dan Mangrove
- Solar Radiance Garap PLTS Atap di RS Mardi Rahayu, Portofolio Energi Terbarukan Tembus 41 MWp
- Hari Batik Nasional, BNI Perkuat Akses Pasar dan Pendampingan Usaha UMKM Batik Binaan
Direktur Operasi & Teknik PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Bobby Hardian, menyampaikan bahwa PSL melakukan pengujian emisi terhadap 100 unit kendaraan pengguna jasa di Pelabuhan Tanjung Priok. Pengawasan berkala ini vital mengingat intensitas lalu lintas truk kontainer yang melintas di kawasan tersebut sangat tinggi.
“Tingginya mobilitas tersebut membuat kondisi kendaraan perlu mendapatkan perhatian bersama, untuk membantu menjaga kualitas udara dan lingkungan di kawasan pelabuhan,” ujar Bobby.
Dari total 100 armada yang diuji, sebanyak 98 persen kendaraan dinyatakan lulus karena telah memenuhi standar baku mutu emisi gas buang yang dipersyaratkan. Sementara itu, 2 persen sisanya yang belum memenuhi batas toleransi dirujuk untuk menjalani perawatan mekanis lebih lanjut.
“Temuan ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk merawat kendaraan sudah baik. Namun masih ada sebagian kendaraan yang memerlukan perhatian lebih. Kami berharap kegiatan megenai ini dapat mendorong para pengguna jasa untuk melakukan perawatan kendaraan secara berkala sehingga berdampak positif bagi operasional maupun lingkungan,” jelas Bobby.
