Ikatan Dokter Anak: Krisis Lingkungan Ancaman Serius bagi Kesehatan Anak
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Krisis lingkungan kini bukan hanya isu ekologi, tetapi juga menjadi persoalan serius bagi keberlanjutan generasi mendatang. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa perubahan iklim, polusi udara, dan penurunan kualitas lingkungan semakin memperburuk kondisi kesehatan anak di Indonesia.
Ketua Umum IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menyebut faktor lingkungan kini menjadi salah satu pemicu utama berbagai gangguan kesehatan pada anak.
“Banyak masalah kesehatan anak terkait erat dengan faktor lingkungan seperti polusi dan kualitas udara. Melalui konferensi Go Green ini kami berkomitmen mengedepankan praktik ramah lingkungan,” ujar Piprim dilansir RRI, Senin (13/10).
Menurut Piprim, upaya melindungi kesehatan anak harus diintegrasikan dengan agenda keberlanjutan. IDAI kini mendorong penerapan praktik medis berkelanjutan, termasuk penggunaan teknologi modern seperti kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi dan menekan jejak karbon di sektor kesehatan.
“Langkah ini memperkuat riset dan penanganan penyakit anak berbasis sains ramah lingkungan,” ucapnya.
Baca Juga:
- September 2025 Jadi Bulan Terpanas Ketiga Sepanjang Sejarah
- RI Stop Impor Solar Tahun Depan, Bahlil Pastikan Implementasi Biodiesel B50
- BMKG Tegaskan Ketangguhan Sistem Deteksi Tsunami Nasional Pasca Gempa Filipina
Krisis iklim dan kesehatan anak juga menjadi perhatian global. Laporan UNICEF berjudul The Climate Crisis Is a Child Rights Crisis: Introducing the Children’s Climate Risk Index menegaskan bahwa perubahan iklim adalah krisis hak anak. Laporan ini menunjukkan sekitar 1 miliar anak di dunia hidup di negara dengan risiko iklim sangat tinggi, termasuk Indonesia.
Dikutip dari laman unicef.org, anak-anak Indonesia menghadapi keterpaparan tinggi terhadap penyakit tular vektor, pencemaran udara, dan banjir rob. Faktor-faktor tersebut tidak hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi akses pendidikan dan perlindungan anak.
Laporan yang diluncurkan pada 2021 itu merupakan hasil kolaborasi UNICEF dan gerakan Fridays for Future, sebagai peringatan tiga tahun aksi protes iklim yang dipelopori generasi muda.
Melalui pendekatan lintas sektor, IDAI berupaya menjadi pelopor ekosistem kesehatan berkelanjutan, di mana perlindungan anak juga berarti menjaga keberlanjutan lingkungan tempat mereka tumbuh. Krisis lingkungan tak lagi sekadar isu ekologis, tetapi juga krisis generasi dan keberlanjutan bangsa.
