Topan Ragasa Porak-Porandakan Asia, BMKG Ingatkan Dampaknya ke Indonesia
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Topan Ragasa terus menimbulkan kerusakan besar di sejumlah negara Asia, termasuk China, Hong Kong, Taiwan, hingga Filipina. Angin kencang disertai hujan badai memicu banjir dan tanah longsor, bahkan menimbulkan korban luka maupun kematian.
China dan Hong Kong telah memasang peringatan cuaca darurat akibat intensitas badai ini. Topan Ragasa sendiri terbentuk di atas Mikronesia, Pasifik Barat, pada awal September lalu. Perairan laut yang luar biasa hangat menjadi faktor yang memperkuat siklon ini hingga menyandang status topan super pada Senin (22/9), dengan kecepatan angin berkelanjutan mencapai 265 kpj (165 mph).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan topan Ragasa juga berdampak pada kondisi cuaca di Indonesia, khususnya di Aceh.
“Meski tidak merata, namun curah hujan yang terjadi ini dapat menyebabkan terganggunya aktivitas masyarakat,” kata Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Rijal Sains Fikri dikutip dari Antara, Kamis (25/9).
Ia menjelaskan, dampak badai Ragasa di Laut Cina Selatan berpotensi memicu hujan ringan hingga sedang, yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Baca Juga:
- RDF Rorotan Klaim Ramah Lingkungan, DLH DKI: Bisa Pantau Asap Secara Online
- Trump Tuding Perubahan Iklim Hanya ‘Penipuan Terbesar’ dari PBB
- Prabowo Pamer Giant Sea Wall di PBB, Klaim Jadi Benteng Hadapi Krisis Iklim
Fenomena ini diprakirakan terjadi pada sore hingga malam hari di pesisir barat hingga selatan Aceh.
BMKG pun mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi bencana ikutan, mulai dari banjir hingga tanah longsor.
“Masyarakat diimbau waspada dan tidak berteduh di bawah pohon saat terjadi hujan, guna menghindari hal yang tidak diinginkan,” lanjut Rijal
