Kebakaran Lahan Capsai 589 Hektare, Jalur Pendakian Torean Gunung Rinjani Ditutup Sementara
Jakarta, sustainlifetoday.com – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTN Gunung Rinjani) menutup sementara seluruh aktivitas pendakian melalui jalur Torean terhitung sejak Rabu (23/9/2026). Kebijakan darurat ini diambil menyusul insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Bukit Setampol dan sekitarnya di Resor Torean, Kabupaten Lombok Utara, dengan estimasi luasan area terdampak mencapai 589,23 hektare.
Melalui rilis resmi di akun Instagram resminya, BTN Gunung Rinjani menegaskan bahwa prioritas utama penutupan jalur adalah keselamatan para pendaki dan efektivitas tim pemadam.
“Sekaligus memberikan ruang bagi tim di lapangan untuk melakukan pemadaman, pemantauan, dan pengendalian kebakaran secara optimal,” demikian dikutip dari akun @btn_gn_rinjani, Jumat (25/9/2026).
Kebakaran yang mendominasi vegetasi rumput, ilalang, semak, dan tumbuhan bawah tersebut pertama kali terdeteksi pada Selasa (22/9/2026) pukul 18.50 WITA. Luasan lahan terbakar tersebut masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui berdasarkan verifikasi pemetaan udara dan pantauan terestrial. Operasi pemadaman awal sempat menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan jarak pandang malam hari, topografi curam, serta medan yang sulit dijangkau.
“Waktu tempuh menuju lokasi kebakaran diperkirakan sekitar 6 jam perjalanan. Kondisi cuaca berupa kabut dan angin juga turut memengaruhi efektivitas pelaksanaan pemadaman di lapangan,” tulis BTN Gunung Rinjani.
BACA JUGA
- Kekeringan Parah 2026, BMKG: 1,6 Ribu Titik di Indonesia Tak Turun Hujan Lebih dari 2 Bulan
- MERIT Conference 2026 Desak Penguatan Sistem MRV untuk Pangkas Emisi Metana Sektor Sampah
- PT JIEP Gandeng PALJAYA Perkuat Infrastruktur Pengolahan Limbah di Pulogadung
Guna mengendalikan sebaran api, operasi pemadaman skala besar diperkuat sejak Kamis (24/9/2026) dengan menerjunkan 30 personel gabungan yang terbagi dalam tiga tim darat, didukung oleh tim pemantau jalur udara. Operasi gabungan ini melibatkan BTN Gunung Rinjani, BPBD NTB, BPBD Kabupaten Lombok Utara, Manggala Agni Resor Torean, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, Polri, serta instansi terkait, dengan masa penugasan yang dirancang hingga 27 September 2026.
Selain pemadaman fisik, petugas juga melakukan penyisiran dan pengamanan di jalur pendakian Senaru untuk memastikan tidak ada pengunjung yang terjebak di kawasan rawan.
“Mempertimbangkan luas areal terdampak dan kondisi medan, dukungan penanganan terus dikoordinasikan, baik berupa tambahan personel, sarana dan prasarana pemadaman, logistik, komunikasi apabila diperlukan sesuai kondisi dan perkembangan di lapangan,” bunyi pernyataan resmi tersebut.
Otoritas Taman Nasional mengimbau masyarakat umum dan wisatawan untuk menjauhi area kebakaran serta menghentikan segala bentuk aktivitas yang berpotensi memicu timbulnya titik api baru di kawasan konservasi.
