ITS dan Pertamina Kembangkan Baterai Hydro-Aluminium Ramah Lingkungan
Jakarta, sustainlifetoday.com – Tim peneliti dari Laboratorium Elektrokimia dan Korosi, Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), berhasil mengembangkan prototipe baterai isi ulang aluminium-udara berbasis air (hydro-aluminium) yang diberi nama AluBayu. Inovasi yang memanfaatkan sistem dual-hydrogel ini diproyeksikan sebagai solusi penyimpanan energi masa depan yang aman dan ramah lingkungan.
Ketua tim peneliti ITS, Prof. Dr. Ir. Heru Setyawan, M.E., memaparkan bahwa komponen penyusun AluBayu secara optimal menyerap sumber daya biomassa dan material lokal. Konstruksinya mengombinasikan anoda aluminium, elektrolit padat (gel polymer electrolyte) berbasis sabut kelapa, elektrolit cair yang memanfaatkan kandungan NaCl air laut, serta katoda berbahan nikel dan besi.
Penggunaan sistem elektrolit ganda berperekat padat tersebut bertugas memisahkan jenis elektrolit pada kutub anoda (negatif) dan katoda (positif).
“Pemanfaatan dua jenis elektrolit yang berbeda itu berfungsi dalam mengoptimalkan reaksi kimia antara logam aluminium dan oksigen udara,” kata Heru dikutip dari laman resmi ITS, Selasa (15/9/2026).
Saat ini, satu modul prototipe AluBayu terdiri dari 20 sel berukuran ringkas (4 \times 6\text{ cm}) dengan bobot 20,2 gram. Modul ini mampu menghasilkan tegangan nominal sekitar 11,6 volt dengan nilai arus dan daya eksisting sebesar 0,15 mA, sehingga memiliki prospek utilitas tinggi untuk aplikasi spesifik.
BACA JUGA
- Pertamina Trans Kontinental Kembangkan Armada Kapal Penunjang Ramah Lingkungan
- WMO Peringatkan Puncak El Nino Kategori “Sangat Kuat” Terjadi Akhir Tahun Ini
- Ini 5 Rekomendasi Aplikasi Pemantau Informasi dan Peringatan Dini Bencana
Pengembangan teknologi berkelanjutan ini mendapatkan dukungan pendanaan serta pengawalan hingga tahap hilirisasi dari PT Pertamina (Persero) guna memperkuat kemandirian teknologi energi nasional.
“Dengan keunggulan yang ringan dan berbasis bahan baku ramah lingkungan, AluBayu sangat potensial untuk diaplikasikan pada perangkat penunjang darurat,” kata Haryo Satria, Senior Specialist Technology Innovation Downstream and New Energy PT Pertamina (Persero).
Haryo menambahkan, prototipe AluBayu akan dibawa ke Jakarta untuk evaluasi dan pengembangan teknis lebih lanjut, khususnya dalam meningkatkan daya tahan (durability) baterai.
“Prototipe yang ada akan kita bawa ke Jakarta untuk ditelaah dan dikaji lebih lanjut bersama arah kebijakan manajemen perusahaan,” lanjutnya.
Inovasi baterai ramah lingkungan AluBayu menjadi wujud nyata komitmen akademisi dan industri dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-7, yakni penyediaan Energi Bersih dan Terjangkau.
