Pembangunan PLTS 100 GW Dimulai dari Bali, Kementerian ESDM Jamin Kesiapan Regulasi
Jakarta, sustainlifetoday.com – Upaya percepatan transisi menuju energi bersih di Indonesia memasuki babak baru. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk tahapan awal proyek ambisius Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 Gigawatt (GW) akan dilaksanakan di Bali.
Rencananya, peresmian tahap pertama proyek infrastruktur hijau berskala masif tersebut bakal dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Kendati demikian, Bahlil belum merinci tanggal pasti pelaksanaan acara peletakan batu pertama tersebut.
“Nanti saya lagi usahakan meminta jadwal Bapak Presiden untuk kita peresmian tahap pertama terhadap PLTS 100 gigawatt tahap pertama. Kan kita buat master plan dengan perencanaan. Mungkin kita akan buat di di Bali,” ucap Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Selasa (4/8).
Terkait status integrasi mega proyek PLTS 100 GW ini di dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025—2034, Bahlil menegaskan bahwa seluruh prosedur dan regulasi perizinan mutlak berada di bawah kewenangan Kementerian ESDM.
Oleh karena itu, pihaknya menjamin seluruh prasyarat dan tahapan aturan akan dipenuhi secara komprehensif sebelum pelaksanaan groundbreaking.
BACA JUGA
- Aksi Damai di GIIAS 2026, Greenpeace Desak Produsen Kendaraan Listrik Tolak Nikel Raja Ampat
- Lonjakan Kekeringan Capai 90 Persen, Pemerintah Optimalkan Infrastruktur Pengelolaan Air
- Masuk Pidana Lingkungan, Pemkot Bandung Gandeng KLH Usut Kasus Penebangan Pohon
Bahlil sebelumnya juga memastikan bahwa tahap awal dari proyek energi terbarukan tersebut telah mengantongi persetujuan resmi pemerintah. Rencana percepatan implementasi proyek PLTS ini telah dibahas secara intensif dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (28/7) lalu.
“Yang kedua, kami juga membahas tentang implementasi daripada PLTS 100 gigawatt yang insyaallah dalam waktu dekat akan ditandai peluncuran groundbreaking pertama,” ujar Bahlil.
Menurutnya, dengan adanya persetujuan pelaksanaan tahap awal dari pemerintah, proses konstruksi infrastruktur panel surya tersebut diharapkan dapat segera dimulai demi mengejar target bauran energi nasional.
