Indonesia Ajak Negara ASEAN Perkuat Konservasi Mangrove
Jakarta, sustainlifetoday.com – Pemerintah Indonesia mendorong penguatan kerja sama pengelolaan ekosistem mangrove berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui inisiatif pembentukan World Mangrove Center yang dipaparkan dalam forum The 21st ASEAN Working Group on Forest Management (21st AWG-FM) di Siem Reap, Kamboja, pada Selasa (29/7).
Langkah strategis ini dirancang untuk mengakselerasi kolaborasi konservasi dan pemulihan mangrove, baik di tingkat regional maupun global. Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Ristianto Pribadi, menyatakan bahwa Indonesia secara konsisten terus memperkuat diplomasi kehutanan untuk menghadirkan solusi atas krisis lingkungan.
“Arahan Bapak Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sangat jelas, yaitu menjadikan Indonesia bukan hanya sebagai negara yang berhasil mengelola sumber daya hutannya secara berkelanjutan, tetapi juga sebagai mitra strategis yang aktif berbagi pengalaman, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi bagi kawasan maupun dunia,” ujar Ristianto.
Dalam pertemuan lintas negara tersebut, delegasi Indonesia menegaskan peran krusial mangrove sebagai ekosistem esensial. Benteng alami pesisir ini tidak hanya vital untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung daratan, pusat konservasi keanekaragaman hayati, dan penopang kesejahteraan masyarakat lokal.
Pemerintah turut mengingatkan bahwa ekosistem mangrove di wilayah ASEAN masih dihadapkan pada ancaman serius akibat deforestasi, alih fungsi lahan, dampak perubahan iklim, hingga pencemaran. Oleh karena itu, sinergi regional dinilai sebagai prasyarat mutlak untuk menjamin keberlanjutan kelestariannya.
BACA JUGA
- KLH Kumpulkan Ratusan Penggiat Lingkungan Bahas Solusi Pencemaran Sungai Nasional
- KLH Jadikan Kearifan Lokal Fondasi Utama Penyelesaian Krisis Ekologi di Daerah
- Indonesia Gandeng Jepang Kembangkan World Mangrove Center untuk Mitigasi Perubahan Iklim
Sebagai wujud komitmen jangka panjang, Indonesia menyoroti kontribusinya dalam pendirian ASEAN Mangrove Network (AMNet) di Surabaya pada tahun 2014 lalu. Di hadapan perwakilan negara anggota, Indonesia memaparkan capaian AMNet Phase I, yang mencakup pengembangan sistem informasi mangrove ASEAN, percontohan model silvofishery, penyelenggaraan lokakarya regional, hingga perumusan ASEAN Strategy on Sustainable Mangrove Ecosystem Management 2025–2030 beserta pedoman implementasinya.
Memasuki tahap selanjutnya, Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap realisasi AMNet Phase II. Fase ini akan berfokus pada intensifikasi pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas teknis, perluasan praktik manajemen berbasis masyarakat, serta penyelarasan dengan target ASEAN One Billion Trees Growing Initiative.
Pada penghujung agenda, Indonesia memperkenalkan World Mangrove Center kepada komunitas ASEAN sebagai pusat kolaborasi internasional inklusif. Wadah ini diproyeksikan mampu menghubungkan ekosistem riset, perumusan kebijakan, skema pembiayaan, dan praktik konservasi di lapangan guna mempercepat restorasi mangrove di seluruh dunia.
