Kementerian Kehutanan Konfirmasi Kelangsungan Hidup Anak Harimau Sumatra di Kerinci Seblat
Jakarta, sustainlifetoday.com – Kementerian Kehutanan memastikan dua anak Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) di Taman Nasional Kerinci Seblat terpantau dalam kondisi sehat dan tumbuh optimal pada 2026. Temuan melalui kamera jebak (camera trap) ini membuktikan proses reproduksi alami satwa tersebut masih berjalan sekaligus menandakan daya dukung habitat yang memadai bagi kelangsungan hidup spesies berstatus kritis ini.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, menjelaskan bahwa keberhasilan kedua anak harimau bertahan hidup hingga fase remaja menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan konservasi dan hutan penyangga secara berkelanjutan.
“Setiap anak harimau yang berhasil tumbuh dan bertahan hidup di alam liar adalah harapan bagi masa depan konservasi Indonesia. Kementerian Kehutanan akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar Harimau Sumatra tetap menjadi bagian dari kekayaan alam Indonesia untuk generasi mendatang,” kata Satyawan dilansir Senin (27/7).
Tim peneliti mengidentifikasi kedua harimau tersebut melalui pencocokan pola loreng unik pada tubuhnya. Identifikasi ilmiah ini memastikan bahwa individu yang terekam pada 2026 merupakan anak harimau yang sama dengan yang pertama kali terdokumentasi pada September 2025. Data dari kamera jebak ini menjadi dasar evaluasi tingkat keberhasilan reproduksi dan dinamika populasi di alam liar.
BACA JUGA
- Menteri ESDM Siapkan Regulasi Kendaraan Hidrogen untuk Alternatif Transisi Energi Nasional
- KPK Periksa Pejabat Kementerian Kehutanan Terkait Kasus Suap Pelepasan Hutan Kuansing
- BNI Sasar Perbaikan Gizi dan Sanitasi untuk Dukung Generasi Emas 2045
Di balik kabar positif ini, kelestarian Harimau Sumatra masih dibayangi ancaman serius akibat degradasi habitat, perburuan liar, pemasangan jerat satwa, hingga eskalasi konflik antara manusia dan satwa liar.
Sebagai langkah mitigasi, Kementerian Kehutanan memperketat strategi pelestarian ekosistem Taman Nasional Kerinci Seblat.
Upaya ini mencakup peningkatan frekuensi patroli pengamanan kawasan, penegakan hukum secara tegas terhadap kejahatan satwa liar, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar sabuk ekologis kawasan hutan.
