Potensi Super El Nino Meningkat, WMO Minta Negara Bersiap Hadapi Dampaknya
Jakarta, sustainlifetoday.com – Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) melaporkan fenomena iklim El Nino berkembang pesat dan diperkirakan berada pada kategori kuat selama periode Juli hingga September 2026. Sejumlah lembaga dan ilmuwan iklim bahkan memprediksi intensitas El Nino kali ini berpotensi menjadi yang terkuat sejak pencatatan modern dimulai pada 1950.
Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, mengatakan perkembangan El Nino saat ini sesuai dengan hasil prakiraan yang telah dipublikasikan sebelumnya.
“Kondisi El Nino telah berlangsung dan diperkirakan akan menguat dengan cepat menjadi El Nino kuat, sebagaimana telah diprediksi secara akurat oleh prakiraan WMO,” kata Celeste Saulo, dikutip dari keterangan resmi pada Selasa (14/7).
Analisis Badan Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service/NWS) juga menunjukkan peluang hingga 81 persen bahwa El Nino akan berkembang menjadi kategori sangat kuat sebelum akhir 2026. Fenomena tersebut diperkirakan berlanjut hingga musim semi 2027.
Ilmuwan iklim Daniel Swain menyebut kekuatan El Nino saat ini telah melampaui pola yang pernah diamati pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya.
“Hingga saat ini, jika dibandingkan dengan tanggal yang sama dalam kalender pada tahun-tahun sebelumnya, kekuatan El Nino sudah setara atau bahkan lebih kuat daripada yang pernah kami amati,” ujar ilmuwan iklim Daniel Swain, dikutip dari The Guardian.
“Dan tren tersebut diperkirakan akan terus berlanjut,” ucap Swain.
BACA JUGA
- Eddy Soeparno: SRUK Perlu Didukung Regulasi Kuat untuk Perkuat Pasar Karbon
- Bappenas: Kenaikan Muka Air Laut Berpotensi Tenggelamkan 29 Pulau di Indonesia
- Transjakarta Tambah Fitur Estimasi Emisi Karbon dan Kalori di Aplikasi Terbaru
El Nino merupakan fenomena iklim alami yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur. Kondisi tersebut memengaruhi sirkulasi atmosfer global sehingga mengubah pola curah hujan di berbagai wilayah dunia.
Di Indonesia, El Nino umumnya berdampak pada penurunan curah hujan yang dapat meningkatkan risiko kekeringan, krisis air, hingga kebakaran hutan dan lahan.
Para ilmuwan mengingatkan, apabila kenaikan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik mencapai lebih dari 2 derajat Celsius di atas rata-rata, El Nino akan masuk kategori sangat kuat (Super El Nino). Kondisi tersebut berpotensi mendorong rekor suhu global baru, terutama ketika terjadi bersamaan dengan dampak perubahan iklim.
Fenomena Super El Nino terakhir tercatat pada periode 2015–2016. Berdasarkan laporan CNN, berbagai model iklim terbaru menunjukkan peluang terjadinya El Nino dengan intensitas sangat kuat kini terus meningkat dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
Di sisi lain, Layanan Perubahan Iklim Copernicus dan Layanan Kelautan Copernicus melaporkan suhu permukaan laut global pada Juni 2026 telah melampaui rekor pada periode yang sama di 2023 dan 2024.
Data menunjukkan suhu permukaan laut harian pada 21 Juni 2026 mencapai 20,86 derajat Celsius, sedikit lebih tinggi dibandingkan rekor sebelumnya sebesar 20,83 derajat Celsius pada 2023 dan 2024.
“Rekor baru suhu permukaan laut global untuk periode ini sebenarnya telah diperkirakan seiring berkembangnya El Nino di Samudra Pasifik ekuator, sebagaimana diumumkan WMO,” kata Copernicus di laman resmi situsnya.
Copernicus juga mencatat bahwa selama tiga tahun terakhir suhu laut global di luar kawasan kutub berada sekitar 0,35–0,37 derajat Celsius di atas rata-rata jangka panjang.
“Pada Juni, anomali suhu bahkan mencapai tingkat tertinggi yang pernah tercatat untuk periode yang sama dalam setahun,” kata Copernicus.
Mengantisipasi dampak tersebut, WMO menyatakan telah memperkuat koordinasi dengan berbagai organisasi regional untuk membantu pemerintah, lembaga kemanusiaan, serta sektor-sektor yang rentan terhadap perubahan iklim dalam mengurangi risiko ekonomi, kesehatan, dan sosial akibat El Nino.
“WMO sedang mengintensifkan mobilisasi informasi dan layanan dukungan untuk membantu negara-negara mengantisipasi dan meminimalkan dampak El Nino,” kata WMO.
