Kebakaran TPA Jatiwaringin Masuk Hari ke-10, Area Terdampak Tersisa 1,5 Hektare
Jakarta, sustainlifetoday.com – Proses pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, memasuki hari ke-10. Hingga Kamis (9/7), luas area yang masih dalam proses pemadaman dilaporkan menyusut menjadi sekitar 1,5 hektare.
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan kondisi kebakaran terus membaik dan saat ini tidak lagi ditemukan kobaran api besar. Petugas masih melakukan penanganan terhadap titik-titik yang mengeluarkan asap untuk memastikan api benar-benar padam.
“TPA Jatiwaringin sudah semakin baik, dari kemarin 3 hektare, sekarang (tersisa) 1,5 hektare. Itu pun sangat teknis sekali. Relatif sekarang sudah jauh lebih baik, dan hanya asap-asap dan (nanti) selesai,” kata Jumhur mengutip CNN Indonesia, Kamis (9/7).
Menghadapi potensi meningkatnya risiko kebakaran di tempat pembuangan akhir selama musim kemarau, Kementerian Lingkungan Hidup telah mengirimkan surat kepada seluruh bupati dan wali kota di Indonesia agar memperkuat langkah antisipasi di wilayah masing-masing.
Selain itu, kementerian juga tengah membentuk satuan tugas (satgas) yang bertugas memantau kondisi TPA di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi potensi kebakaran lebih dini sekaligus mencegah terulangnya insiden serupa.
BACA JUGA
- Danantara Mulai Proyek PSEL di Bali, Siapkan Solusi Sampah Sekaligus Energi Bersih
- Indonesia Berpotensi Alami Gelombang Panas, Pakar: Berbeda dari yang Terjadi di Eropa
- Pemkab Mesuji Cabut Sayembara Tangkap Tapir, Warga Diimbau Tak Tangani Satwa Sendiri
“Semua kita sudah suratin bupati dan wali kota. Mereka bekerja keras memastikan ini, dan kita punya satgas, yang sedang dibentuk untuk memonitor satu per satu, TPA atau tempat pembuangan akhir yang sekarang menghadapi musim panas. Jadi kita monitor terus,” ujarnya.
Sebagai informasi, kebakaran di TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa (30/6). Hingga memasuki hari ke-10, petugas gabungan masih melakukan proses pendinginan dan pemadaman pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap guna memastikan seluruh sumber api benar-benar padam.
