Indonesia-Jerman Perkuat Peluang Kerja Sama Energi Bersih dan Transisi Energi
Jakarta, sustainlifetoday.com – Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier menilai Indonesia dan Jerman memiliki peluang besar untuk memperkuat kerja sama di sektor energi bersih di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian geopolitik global yang semakin kompleks.
Menurut Steinmeier, kedua negara memiliki kepentingan yang sama dalam mempercepat pengembangan energi terbarukan sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan energi yang lebih berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil.
Ia menegaskan bahwa transformasi energi memerlukan kolaborasi lintas negara dan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.
“Dan diusahakan membuka jalan baru untuk energi terbarukan dan itu harus hanya bisa dijalankan secara bersama,” kata Steinmeier saat memberikan keterangan pers bersama Presiden Prabowo Subianto usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6).
Steinmeier menjelaskan bahwa dinamika global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pentingnya mempercepat diversifikasi sumber energi. Selain ancaman perubahan iklim, berbagai gejolak geopolitik juga memperlihatkan kerentanan sistem energi yang masih bergantung pada bahan bakar fosil.
“Kita melihat perkembangan iklim dan geopolitik di dunia, di sana kita melihat betapa ketergantungannya negara dan pasokan energi dari sumber energi fosil,” ujarnya.
BACA JUGA
- KLH Soroti Kontribusi Perempuan dalam Membangun Budaya Peduli Lingkungan
- BPK Apresiasi Kinerja Bulog dalam Perkuat Ketahanan Pangan Berkelanjutan
- Harga Pertamax Green Naik, Celios Pertanyakan Efektifitas Program Bioetanol
Menurut dia, isu energi menjadi salah satu pembahasan utama dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo. Kedua pemimpin bertukar pandangan mengenai peluang memperluas kerja sama pada sektor energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Dan hal itu tadi kita juga bicarakan,” katanya.
Steinmeier juga optimistis hubungan ekonomi yang terus berkembang antara Indonesia dan Jerman dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi bagi sektor swasta kedua negara, termasuk dalam pengembangan proyek energi masa depan.
Jerman, lanjutnya, memiliki pengalaman serta teknologi yang dapat mendukung agenda transisi energi Indonesia menuju sistem energi yang lebih bersih dan rendah emisi.
“Dan saya yakin ada banyak kemungkinan untuk kerja sama antara perusahaan Jerman dan Indonesia,” tandasnya.
Kerja sama energi menjadi salah satu fokus penting dalam hubungan bilateral Indonesia dan Jerman. Selain pengembangan energi terbarukan, kedua negara juga menjajaki kolaborasi dalam bidang transisi energi, pengurangan emisi karbon, pengembangan teknologi industri hijau, hingga pembangunan rantai pasok yang mendukung ekonomi rendah karbon.
Penguatan kemitraan ini dinilai dapat menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk mempercepat pencapaian target dekarbonisasi dan transformasi energi, sekaligus memperkuat investasi hijau yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
