Jawa Barat Percepat Industri Hijau Lewat Audit Energi Berbiaya Rendah
Jakarta, sustainlifetoday.com – Jawa Barat mendorong sektor industri meningkatkan efisiensi energi guna menjaga daya saing di tengah tekanan kenaikan harga energi global dan risiko fluktuasi pasokan.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Capacity Building Audit Manajemen Energi Sederhana dan Efisiensi Energi Low-Cost yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat bersama Sustainable Transition Energy in Indonesia (SETI) pekan lalu.
Program ini menyasar pelaku industri di Jawa Barat agar mampu menerapkan penghematan energi secara praktis tanpa harus mengandalkan investasi teknologi berskala besar.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana serta Pemberdayaan Industri Disperindag Jawa Barat, Meidy Mahardani mengatakan Jawa Barat sebagai pusat manufaktur nasional menghadapi tantangan besar karena juga menjadi salah satu konsumen energi terbesar di sektor industri.
“Ancaman fluktuasi pasokan dan kenaikan harga energi global saat ini menekan margin keuntungan dan mengancam daya saing produk industri Jabar. Karena itu, percepatan efisiensi energi melalui audit manajemen energi yang sistematis menjadi sangat penting,” ujar Meidy dikutip Senin (18/5).
Menurutnya, masih terdapat potensi penghematan energi yang belum dimanfaatkan secara optimal, terutama melalui perbaikan manajemen dan prosedur operasional industri.
BACA JUGA
- Bank Mandiri Salurkan Sembako untuk 28 Ribu Pekerja Informal dan Masyarakat Prasejahtera
- Menteri PPPA: Perempuan Harus Jadi Agen Perubahan di Tengah Tantangan Digital
- Merdeka Copper Gold Perluas Energi Terbarukan dan Reklamasi Tambang Sepanjang 2025
Dia menilai efisiensi energi tidak selalu identik dengan investasi mahal karena penghematan dapat dimulai melalui pendekatan low-cost maupun no-cost.
“Dengan langkah audit yang cerdas dan tindakan berbiaya rendah, industri dapat menekan konsumsi energi tanpa mengorbankan kapasitas produksi,” katanya.
Melalui pelatihan tersebut, Disperindag Jawa Barat menargetkan pelaku industri memiliki kemampuan dasar melakukan audit energi sederhana secara mandiri sekaligus mengidentifikasi peluang efisiensi yang dapat segera diterapkan di masing-masing fasilitas produksi.
Kegiatan ini juga menjadi bagian awal dari rangkaian pendampingan Disperindag Jawa Barat bersama SETI dalam mendukung percepatan transisi menuju industri hijau di Jawa Barat.
“Kami berharap setelah kegiatan ini, industri mampu melaksanakan audit energi yang sederhana dan terukur guna mengidentifikasi peluang efisiensi berbiaya rendah yang dapat segera diimplementasikan,” ujar Meidy.
