Merdeka Copper Gold Perluas Energi Terbarukan dan Reklamasi Tambang Sepanjang 2025
Jakarta, sustainlifetoday.com – PT Merdeka Copper Gold Tbk memperluas penggunaan energi terbarukan dan memperkuat pengelolaan lingkungan di berbagai unit operasional sepanjang 2025 sebagai bagian dari strategi pertambangan rendah emisi dan berkelanjutan.
Langkah tersebut tercantum dalam Laporan Keberlanjutan 2025 perusahaan, seiring pengembangan proyek strategis pertambangan emas dan nikel milik Grup Merdeka.
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro mengatakan transisi energi menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam pengembangan operasional pertambangan.
“Seiring pengembangan proyek-proyek strategis Merdeka, kami terus mendorong penerapan operasional pertambangan yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung praktik pertambangan yang bertanggung jawab,” ujar Albert.
Merdeka menerapkan dua pendekatan utama dalam transisi energi, yakni melalui pembelian Renewable Energy Certificate (REC) dari PT PLN (Persero) dan integrasi panel surya di sejumlah area operasional.
Tambang Emas Tujuh Bukit yang dikelola PT Bumi Suksesindo telah menggunakan listrik bersih berbasis tenaga air melalui skema REC sejak 2022. Sementara Tambang Emas Pani di Gorontalo mulai memanfaatkan listrik bersih dari PLTA Bakaru efektif sejak 1 Januari 2026.
BACA JUGA
- BRIN Identifikasi 10 Spesies Anggrek Baru dari Sumatra hingga Sulawesi
- BMKG Prediksi Cuaca Panas dan Hujan Terjadi Bersamaan Pekan Ini
- Dalam Forum PBB, Indonesia Laporkan Penurunan Karhutla hingga 86 Persen
Selain itu, panel surya telah digunakan di Tambang Tembaga Wetar, Tambang Emas Tujuh Bukit, dan Tambang Nikel Sulawesi Cahaya Mineral sebagai sumber energi terbarukan pendukung operasional.
Di sektor efisiensi energi, perusahaan mencatat penghematan 563.293 liter bahan bakar B40 sepanjang 2025 melalui optimalisasi penggunaan energi di Tambang Nikel Sulawesi Cahaya Mineral.
Seluruh entitas anak Merdeka juga telah menggunakan bahan bakar B40 sebagai bagian dari transisi menuju energi yang lebih rendah emisi.
Pada aspek lingkungan, perusahaan mereklamasi 49,60 hektare lahan tambang sepanjang 2025 sehingga total reklamasi mencapai 143,56 hektare hingga akhir tahun.
Merdeka juga menjalankan rehabilitasi daerah aliran sungai seluas 6.084 hektare di luar wilayah tambang sebagai bagian dari komitmen konservasi lingkungan.
Seluruh entitas anak perusahaan disebut telah mengantongi sertifikasi ISO 14001:2015 untuk Sistem Manajemen Lingkungan.
Di tingkat global, Merdeka mempertahankan peringkat A dalam MSCI ESG Ratings selama tiga tahun berturut-turut dan menjadi satu-satunya perusahaan diversified metals and mining di Indonesia dengan capaian tersebut.
