Menteri PPPA: Perempuan Harus Jadi Agen Perubahan di Tengah Tantangan Digital
Jakarta, sustainlifetoday.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendorong perempuan untuk berperan sebagai pencipta sekaligus agen perubahan di ruang digital di tengah meningkatnya tantangan kekerasan berbasis gender secara online.
Kementerian menilai peran perempuan menjadi semakin penting dalam menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan inklusif, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Berbagai bentuk kekerasan digital seperti kekerasan berbasis gender online (KBGO), pelecehan di media sosial, penyebaran konten intim tanpa persetujuan, cyber bullying, hingga eksploitasi digital terhadap perempuan dan anak disebut terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
Menteri PPPA mengatakan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini perlu terus dijaga dalam menghadapi tantangan era digital saat ini.
“R.A. Kartini adalah sosok pemberani dalam bersuara, berpikir kritis, dan memperjuangkan kemanusiaan di tengah keterbatasan akses pendidikan saat itu. Namun, tantangan kita saat ini berbeda, yaitu kehadiran teknologi yang bergerak sangat cepat dan tak terbatas. Maka, kita harus bergerak bersama dalam memastikan perempuan bukan hanya menjadi pengguna, melainkan sebagai pencipta dan agen perubahan di dunia digital,” ujar Menteri PPPA dilansir laman Kementerian PPPA, Rabu (13/5).
Kementerian PPPA juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memastikan teknologi dimanfaatkan secara positif, baik dalam proses bekerja, berinteraksi, membangun keluarga, hingga membentuk identitas diri.
BACA JUGA
- Kredit Hijau BCA Tembus Rp113 Triliun pada Kuartal I 2026
- Studi: Perubahan Iklim Bikin Ibadah Haji Kian “Berbahaya” di Masa Depan
- Pemerintah Percepat PSEL, Targetkan Krisis Sampah Nasional Tuntas Sebelum 2029
“R.A. Kartini telah menyalakan cahaya seabad yang lalu. Tugas kita sekarang adalah memastikan cahaya itu tetap hidup dan menyala di ruang digital. Mari kita bersama-sama menjadikan teknologi sebagai alat untuk membawa perubahan positif bagi kemajuan perempuan Indonesia,” kata Menteri PPPA.
Selain itu, Kementerian PPPA menyebut terus mendorong keterlibatan keluarga, institusi pendidikan, komunitas, hingga penyelenggara sistem digital dalam menciptakan ruang digital yang aman dan inklusif bagi perempuan dan anak.
