BGN: Tata Kelola MBG Membaik, Kasus Keracunan Makanan Turun Signifikan
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat tren penurunan signifikan kasus keracunan atau gangguan pencernaan yang terkait dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam tiga bulan terakhir sejak Oktober 2025. Penurunan ini dinilai mencerminkan perbaikan sistem layanan serta penguatan standar keamanan pangan di lapangan.
Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa hingga Januari 2026, jumlah kasus keracunan MBG tercatat sebanyak 10 kejadian. Angka tersebut menunjukkan tren penurunan konsisten dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
“Di Januari sudah terdapat 10 kejadian. Meskipun kami targetkan nol kejadian, tapi masih saja ada pelanggaran pelanggaran SOP yang terjadi,” kata Dadan, Selasa (20/1).
Data BGN menunjukkan, pada Oktober 2025 kasus gangguan pencernaan akibat MBG masih berada di angka 85 kasus. Jumlah tersebut menurun menjadi 40 kasus pada November dan kembali turun menjadi 12 kasus pada Desember 2025.
Menurut Dadan, tren penurunan ini sejalan dengan bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah, sekaligus mencerminkan peningkatan kualitas penerapan standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan.
Baca Juga:
- Studi: Orang Kaya Dunia Sudah Habiskan Jatah Emisi Tahunan di Awal 2026
- SII: Banjir Sumatra Ungkap Lemahnya Standar Lingkungan di Sektor Tambang
- Forbes Rilis 10 Negara Terindah Dunia, Indonesia Posisi Teratas Berkat Keanekaragaman Alam
“Kasus kejadian yang menurun menunjukkan bahwa aspek perbaikan penerapan SOP keamanan pangan terjadi sangat signifikan,” ujarnya.
Hingga 19 Januari 2026, jumlah SPPG di seluruh provinsi tercatat mencapai 21.102 unit, dengan total penerima manfaat program MBG sebesar 88,3 juta orang. Namun demikian, baru sekitar 32 persen SPPG yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Sedang dikejar agar bisa terus meningkat berjumlah 6.150 SPPG. Dan tahun 2026 ini kita selain ada SLHS juga kita akan melakukan akreditasi dan sertifikasi,” kata Dadan.
BGN menegaskan, ke depan fokus program MBG tidak hanya pada perluasan jangkauan penerima manfaat, tetapi juga pada penguatan tata kelola, kualitas layanan, serta jaminan keamanan pangan sebagai fondasi keberlanjutan program gizi nasional.
