Siap Layani Kendaraan Listrik Saat Nataru, ASDP Sediakan SPKLU di Pelabuhan
JAKARTA, sustainlifetoday.com — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan kesiapan penuh dalam melayani angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, termasuk bagi pengguna kendaraan listrik yang jumlahnya terus meningkat. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan sektor transportasi penyeberangan terhadap transisi menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menegaskan bahwa perusahaan telah mengantisipasi pertumbuhan pengguna kendaraan listrik yang akan melakukan perjalanan mudik maupun berlibur selama periode Nataru.
“Kita sudah siap karena memang kalau melihat para pengguna kendaraan listrik semakin hari semakin meningkat,” ujar Heru saat media gathering bertajuk “Kesiapan Angkutan Layanan Nataru 2025–2026” di Kantor Pusat ASDP Indonesia, Jakarta, Senin (15/12).
Untuk mendukung kelancaran layanan tersebut, ASDP Indonesia telah melakukan berbagai persiapan, termasuk penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di area pelabuhan penyeberangan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengguna kendaraan listrik selama perjalanan lintas pulau.
Heru juga meluruskan informasi yang beredar terkait kewajiban melepas baterai kendaraan listrik saat menggunakan kapal penyeberangan.
“SOP-nya enggak perlu, namun lebih detail kita masih menunggu peraturan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhu terkait dengan angkutan untuk kendaraan listrik, khususnya itu bagi angkutan penyeberangan,” ucap Heru.
Baca Juga:
- Studi Ungkap Banjir Besar di Sumatra Dipengaruhi Krisis Iklim dan Deforestasi
- Pemerintah akan Hapus Iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi Korban Bencana Sumatra
- Kekayaan Alam Indonesia per Kapita Masih Jauh Tertinggal Dibanding Negara Lain
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini Kementerian Perhubungan belum menerbitkan regulasi khusus terkait pengangkutan kendaraan listrik di kapal penyeberangan. Meski demikian, ASDP Indonesia telah menerapkan sejumlah langkah mitigasi untuk meminimalkan potensi risiko selama perjalanan laut.
“Dari sisi SOP, kita sudah punya dan kita tempatkan di depan ramp door sehingga kalau nanti misalnya terjadi insiden terkait dengan kendaraan listrik ini akan lebih mudah untuk kita melakukan evakuasi dan penanganan,” lanjut Heru.
Selain kesiapan layanan bagi kendaraan listrik, ASDP Indonesia juga terus mematangkan persiapan untuk mengantisipasi lonjakan trafik penyeberangan selama libur Nataru. Perusahaan memproyeksikan jumlah penumpang dan kendaraan yang menggunakan layanan penyeberangan ASDP akan meningkat sekitar sembilan persen pada periode Nataru 2025–2026.
“Prediksinya kenaikan secara keseluruhan itu sembilan, makanya kita kemudian harus melakukan persiapan, termasuk menambah jumlah armada yang akan kita operasikan,” kata Heru.
Baca Juga:
