Kekayaan Alam Indonesia per Kapita Masih Jauh Tertinggal Dibanding Negara Lain
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Kekayaan sumber daya alam (SDA) kerap dipandang sebagai berkah bagi sebuah negara. Namun, besarnya cadangan minyak, gas, atau mineral tidak serta-merta menjamin kesejahteraan masyarakat secara merata. Ukuran yang lebih relevan justru muncul ketika kekayaan alam tersebut dihitung berdasarkan nilai per kapita.
Dilansir dari CNBC, dengan membagi total nilai sumber daya alam suatu negara dengan jumlah penduduknya, tercatat sepuluh negara dengan kekayaan SDA per kapita terbesar di dunia saat ini. Hasilnya menunjukkan kontras tajam antara negara dengan populasi rendah dan cadangan SDA besar, dibandingkan negara berpenduduk tinggi.
Arab Saudi menempati posisi teratas dengan kekayaan SDA per kapita mendekati US$1 juta atau sekitar Rp16,6 miliar per orang. Tingginya angka ini ditopang oleh cadangan minyak mentah yang melimpah, dengan produksi mencapai 267 miliar barel pada 2024. Selain itu, peran strategis Arab Saudi dalam OPEC+ turut memperkuat posisinya dalam menjaga stabilitas harga energi global.
Posisi kedua dan ketiga ditempati Kanada dan Australia, masing-masing dengan kekayaan SDA per kapita di atas US$700 ribu. Kanada mengandalkan hutan kayu serta cadangan mineral, sementara Australia bertumpu pada ekspor bijih besi, batu bara, dan gas alam. Karakteristik wilayah yang luas dengan kepadatan penduduk relatif rendah menjadi faktor utama tingginya nilai per kapita di kedua negara tersebut.
Baca Juga:
- Bangun Sistem Gizi Ramah Lingkungan, BGN Dorong Replikasi Model Zero Waste SPPG Sukamantri
- Akademisi: Kegagalan Tata Kelola Lingkungan Dinilai Perparah Bencana di Sumatra
- DPR Minta Penegakan Hukum Preventif untuk Cegah Kerusakan Hutan Kalimantan
Sebaliknya, negara dengan populasi besar cenderung memiliki nilai kekayaan SDA per kapita yang lebih rendah, meskipun total cadangan alamnya sangat besar. China dan Amerika Serikat menjadi contoh. China memiliki kekayaan SDA sekitar US$23 triliun, namun dengan populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa, nilai per kapitanya hanya sekitar US$16 ribu. Amerika Serikat, meskipun memiliki valuasi SDA hingga US$45 triliun, hanya berada di peringkat kedelapan karena besarnya jumlah penduduk.
Rusia, yang tercatat sebagai negara dengan kekayaan SDA terbesar secara total, juga hanya menempati posisi keempat dalam perhitungan per kapita. Fakta ini menegaskan bahwa besarnya cadangan alam tidak otomatis berbanding lurus dengan kesejahteraan individual warga negara.
Lebih jauh, kekayaan SDA per kapita hanyalah satu indikator. Faktor lain seperti tata kelola sumber daya, distribusi pendapatan, kebijakan publik, serta komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan sangat menentukan apakah kekayaan alam benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Menariknya, dari sepuluh negara dengan kekayaan SDA per kapita tertinggi tersebut, Indonesia belum masuk dalam daftar. Padahal, Indonesia dikenal memiliki cadangan sumber daya alam yang besar, mulai dari emas, nikel, hingga batu bara. Hingga saat ini, belum tersedia data resmi yang menghitung nilai kekayaan alam Indonesia secara komprehensif dalam konteks per kapita.

Baca Juga:
