Jokowi Soal Menkeu Purbaya: Bagus, Beda Mazhab dengan Sri Mulyani
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Pergantian kursi Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa menjadi perhatian publik, termasuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Ia menilai Purbaya, yang baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9), sebagai sosok yang tepat untuk mengemban tugas besar dalam menjaga arah perekonomian Indonesia.
“Bagus. Saya kenal baik dengan Pak Purbaya, sangat bagus,” kata Jokowi di Solo, Jumat (12/9).
Jokowi menambahkan, meski memiliki kompetensi yang mumpuni, pendekatan ekonomi Purbaya berbeda dengan Sri Mulyani.
“Mazhabnya memang berbeda dengan Bu Sri Mulyani,” ujarnya.
Menurut Jokowi, pasar merespons positif pelantikan Purbaya. Ia menyebut indikator seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren menguat.
Baca Juga:
- Target OECD, Indonesia Percepat Penerapan ESG Demi Ekonomi Berkelanjutan
- Yusril: DPR akan Siapkan RUU Baru Perampasan Aset
- Warga RI Susah Cari Kerja, Menkeu Purbaya Ungkap Biang Keroknya
“Kita lihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga kembali rebound, kembali naik. Kemudian rupiah menguat, artinya pasar bisa menerima itu,” jelasnya.
Optimisme pasar ini, lanjut Jokowi, sekaligus menandakan pulihnya kepercayaan investor global terhadap Indonesia.
“Ya, tentu saja kalau pasar menerima artinya investor, aliran uang akan kembali masuk ke negara kita,” imbuhnya.
Purbaya, yang merupakan lulusan Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Amerika Serikat, bukan sosok baru di dunia pemerintahan. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Polhukam dan Kemenko Kemaritiman, hingga menjabat sebagai Deputi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves (2018–2020). Terbaru, ia menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebelum dipercaya menjadi Menteri Keuangan.
Dengan pengalaman panjangnya, Purbaya dihadapkan pada tantangan menjaga stabilitas fiskal, memastikan keberlanjutan pembiayaan pembangunan, serta memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.
