Tekan Risiko Kepunahan Satwa Dampak Karhutla, Kemenhut Evakuasi 232 Satwa Liar
Jakarta, sustainlifetoday.com – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengonfirmasi telah melakukan operasi penyelamatan terhadap 232 individu satwa liar yang terancam oleh eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas di Indonesia.
Kepala Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, menyampaikan bahwa langkah evakuasi tersebut melibatkan kolaborasi intensif bersama para relawan dan organisasi masyarakat sipil (Civil Society Organization/CSO).
“Terkaddan dengan penanganan penyelamatan satwa liar. Berdasarkan catatan kami di Kemenhut, kami dibantu relawan, CSO, telah menyelamatkan 232 individu satwa liar di enam provinsi prioritas, 71 di antaranya adalah orang hutan,” kata Ristianto di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Ristianto merinci, selain 71 individu orangutan, satwa yang berhasil dievakuasi meliputi 76 ekor bekantan, 24 ekor trenggiling, 15 ekor kera ekor panjang, serta 9 ekor kukang. Sementara itu, 37 ekor sisanya mencakup ragam spesies lain seperti lutung dan kucing hutan.
Langkah tanggap darurat ini menegaskan bahwa mitigasi krisis lingkungan hidup tidak semata berfokus pada keselamatan populasi manusia, melainkan juga perlindungan keanekaragaman hayati dan satwa yang dilindungi.
Guna mendukung penanganan di lapangan, Kemenhut menyiagakan sekitar 5.000 ASN, didukung oleh 1.419 personel Manggala Agni aktif.
“Tidak menutup kemungkinan nanti dalam waktu dekat ada pergeseran SDM untuk memberikan perhatian lebih kepada Provinsi Sumatra Selatan, salah satunya,” ucap Ristianto.
BACA JUGA
- Patra Logistik Beri Edukasi Keselamatan Jalan dan Kenalkan Mobil Tangki ke Murid SAAJA
- Dukung Pariwisata Berkelanjutan, BRI Peduli Kelola Sampah MotoGP Mandalika 2026
- Pupuk Kaltim Pangkas 10,7 Ribu Ton Emisi Karbon Lewat PLTS Atap
Kemenhut memberi perhatian khusus pada pengamanan ekosistem Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di Kalimantan Tengah. Sebanyak 117 personel Balai TNTP telah diterjunkan ke titik api, ditambah 10 personel BKO dari Taman Nasional Karimunjawa dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Operasi pemadaman di TNTP juga mendapat penebalan kekuatan sebanyak 372 personel gabungan.
“Dengan rincian 175 dari Kodam, kemudian 112 dari mitra Taman Nasional Tanjung Puting, dari Polres Kobar 30, BPBD Kobar 30, kemudian 15 dari Kodim dan 10 personel dari Brimob,” ujar Ristianto.
Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, luas karhutla aktif nasional kini mencapai 639,23 hektare yang tersebar di enam provinsi, dengan titik kebakaran terluas berada di kawasan TNTP seluas 513,89 hektare. Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan saat ini menjadi pusat penanggulangan utama.
Dalam konsolidasi bersama jajaran pejabat tinggi negara, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan pemadaman karhutla secara total.
“Dan kalau ada kebutuhan, kalau ada keperluan apa yang kau butuh, sampaikan,” ucap Prabowo.
Meskipun penanganan karhutla disikapi sebagai prioritas tinggi dengan pengerahan lintas sektor, pemerintah hingga saat ini belum menetapkan status bencana nasional.
