Pelindo Sinergi Lokaseva Latih dan Beri Sertifikasi Terapis Pijat Netra di Semarang
Jakarta, sustainlifetoday.com – Sebanyak 20 penyandang disabilitas netra di Kota Semarang mengikuti program pelatihan dan sertifikasi terapis pijat tradisional guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat inklusif. Bekal keterampilan terstandar tersebut diharapkan membuka peluang kerja formal maupun wirausaha mandiri bagi para peserta.
Pelatihan dan sertifikasi yang berlokasi di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang ini diinisiasi melalui Program Sahabat Inspiratif Pelindo-PIJAR (Pijat Netra Berdikari) 2026. PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) mengoperasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini berkolaborasi dengan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Semarang serta Dinas Sosial setempat.
Senior Vice President Sekretariat Perusahaan Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, menjelaskan bahwa program ini dirancang komprehensif mulai dari transfer keterampilan, sertifikasi kompetensi dasar, pendampingan manajemen usaha, hingga penyediaan perlengkapan praktik.
“Kami berharap keterampilan yang diperoleh melalui program ini dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Dewi dalam siaran pers, Jumat (2/10/2026).
Program PIJAR sendiri telah bergulir sejak 2024 dengan menggandeng Pertuni Cabang Jakarta Utara pada tahap awal, disusul penyediaan fasilitas panti pijat netra di Terminal Penumpang Nusantara Pelabuhan Tanjung Priok pada 2025. Hingga 2026, akumulasi penerima manfaat program pemberdayaan ini telah menjangkau 70 penyandang disabilitas netra di Jakarta dan Semarang.
Ketua Pertuni Semarang, Achyani, yang turut berperan sebagai instruktur sekaligus terapis, mengapresiasi dukungan pelatihan terstruktur ini sebagai sarana peningkatan taraf hidup penyandang disabilitas.
“Semoga program ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kami dalam kehidupan sehari-hari, khususnya agar kami dapat memperoleh rezeki secara mandiri dari keterampilan yang kami miliki,” ujar Achyani.
BACA JUGA
- GRI Kembangkan Standar Pelaporan Keberlanjutan Sektor Makanan dan Minuman
- Dampak Konsumsi Energi AI dan Target Elektrifikasi Jadi Agenda Utama Turki di COP31
- Dukung Armada Listrik GrabCar Plus, Superbank Salurkan Pembiayaan 200 Unit EV
Lurah Karangrejo, Dwi Cahyono, menyambut positif kolaborasi pemberdayaan masyarakat inklusif di wilayahnya dan berharap kemitraan sektor swasta dapat meluas ke sektor kewirausahaan lainnya.
“Kami berharap program ini dapat berjalan lancar, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami juga berharap ke depan program pemberdayaan lainnya dapat terus dikembangkan, termasuk yang menyasar UMKM dan potensi masyarakat lainnya,” ungkapnya.
Pelindo Sinergi Lokaseva mencatat sebagian alumni program PIJAR telah berhasil membuka usaha panti pijat secara mandiri maupun terserap di sektor layanan kesehatan tradisional. Ke depan, skema pembinaan inklusif ini ditargetkan terus meluas ke pelbagai wilayah operasional perusahaan.
