Jaga Hierarki Transportasi Hijau, Pemprov DKI Pertahankan Jalur Sepeda Ibu Kota
Jakarta, sustainlifetoday.com – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengonfirmasi tetap mempertahankan keberadaan jalur sepeda di berbagai ruas jalan ibu kota. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan masukan dari berbagai elemen masyarakat serta mempertahankan hierarki transportasi perkotaan yang berkelanjutan.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menjelaskan bahwa keberadaan jalur sepeda dan fasilitas pejalan kaki merupakan prioritas utama dalam konsep mobilitas modern yang ramah lingkungan.
“Ya, jalur sepeda kemarin sudah kita rapatkan dan itu dipertahankan,” ujar Budi di Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026).
Budi menegaskan bahwa skema penataan ruang jalan harus menempatkan pengguna jalan non-motorisasi di urutan teratas untuk mendorong pembiasaan transportasi aktif.
“Karena memang dalam hierarki dalam transportasi, pertama jalur sepeda dan juga pejalan kaki itu harus diutamakan,” jelasnya.
Meskipun dipastikan tidak dibongkar, Dishub DKI Jakarta tetap akan melakukan penyesuaian dan evaluasi teknis pada sejumlah titik jalur sepeda agar penggunaannya lebih efektif dan teratur.
“Jadi ini dipertahankan, memang ada beberapa yang sedikit nanti dievaluasi,” katanya.
BACA JUGA
- Gelar Road to Pertamina Eco RunFest 2026, Pertamina Ajak Pelajar Jakarta Jaga Lingkungan
- Kemenag dan Save the Children Sinergikan Pendidikan Keagamaan Ramah Lingkungan dan Hak Anak
- Pakar KRIC Dorong Integrasi Proyek Karbon Indonesia ke Sistem ETS dan Ekonomi Sirkular
Sebelumnya, dinamika penataan jalur sepeda sempat memicu perdebatan publik. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan adanya masukan dari sebagian warga yang meminta evaluasi karena jalur tersebut sering diokupasi oleh pengendara sepeda motor.
“Usulan dari masyarakat, dari publik yang merasa jalur itu lebih banyak digunakan motor,” ujar Pramono di Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).
Di sisi lain, desakan untuk mempertahankan fasilitas tersebut disuarakan secara konsisten oleh komunitas Bike to Work (B2W) Indonesia demi menjamin keselamatan pesepeda komuter. Pramono menegaskan bahwa keputusan akhir terkait tata ruang transportasi ini diambil secara objektif dan berkeadilan.
“Hati-hatinya kenapa? Supaya tidak terkesan bahwa karena saya hobi bersepeda, enggak mau menggunakan jalur itu. Memang saya bersepeda menggunakan road bike, dan itu biasanya hari libur atau Sabtu pagi. Di luar itu saya udah enggak pernah sepedaan lagi. Jadi akan saya putuskan mengenai hal tersebut,” jelas Pramono.
