Usai 13 Hari Dilanda Karhutla, Wisata Gunung Bromo Kembali Dibuka 20 Agustus
Jakarta, sustainlifetoday.com – Setelah 13 hari dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kawasan wisata Gunung Bromo dipastikan kembali dibuka untuk kunjungan wisatawan mulai Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 00.01 WIB.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengonfirmasi bahwa seluruh titik api di kawasan terdampak telah berhasil dipadamkan total. Pembukaan kembali akses wisata ini dilakukan setelah tim gabungan menyelesaikan seluruh tahapan penanganan dan memastikan aspek keselamatan kawasan penunjang.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa pemadaman sukses dilakukan melalui operasi terpadu yang melibatkan kolaborasi Kementerian Kehutanan, Balai Besar TNBTS, Manggala Agni, BNPB, BPBD, TNI, Polri, masyarakat peduli api, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.
“Setelah seluruh titik api dinyatakan padam, petugas bersama tim gabungan melaksanakan pendinginan, penyisiran, serta pemantauan di lokasi terdampak untuk memastikan tidak terdapat lagi titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali,” kata Rudi, Rabu (19/8).
Keputusan pembukaan kembali destinasi wisata alami ini merujuk pada pengumuman resmi Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI pada 18 Agustus 2026.
Berdasarkan hasil pemantauan serta evaluasi menyeluruh terhadap dinamika kawasan, Balai Besar TNBTS menilai aspek keamanan dan keselamatan telah terpenuhi bagi pengunjung maupun petugas lapangan.
BACA JUGA
- Mengenal Cakra NX1, Motor Listrik Nasional yang Diresmikan Presiden Prabowo
- Upacara HUT RI ke-81 di Ciliwung Jadi Momentum Gaungkan Semangat Kemerdekaan Ekologis
- BRIN Kembangkan Rumput Gajah Unggul untuk Hadapi Krisis Iklim dan Keterbatasan Lahan
Meski demikian, pengelola TNBTS memperketat imbauan kepada seluruh wisatawan, pelaku jasa wisata, dan masyarakat sekitar untuk mematuhi regulasi pencegahan kebakaran. Pihak TNBTS melarang keras aktivitas riskan seperti membuat perapian, api unggun, atau membuang puntung rokok sembarangan di area konservasi.
“Menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan. Segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap, bara, atau indikasi kebakaran. Dan Bersama-sama menjaga kawasan agar kejadian kebakaran serupa tidak kembali terjadi,” ujar Rudi.
Balai Besar TNBTS juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh unsur penanggulangan bencana, relawan, hingga masyarakat lokal yang bahu-membahu menanggulangi karhutla selama hampir dua pekan.
“Kepada masyarakat, pengunjung, pelaku jasa wisata dan pihak pihak terkait untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Mari kembali menikmati Bromo dengan tetap menjaga keselamatan dan kelestarian kawasan,” tutur Rudi.
