Pengelola KBS Jamin Kesejahteraan Satwa di Tengah Pengusutan Kasus Korupsi Eks Dirut
Jakarta, sustainlifetoday.com – Manajemen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya (KBS) memastikan seluruh kegiatan operasional dan program konservasi satwa tetap berjalan normal. Penegasan ini disampaikan menyusul penyidikan kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan direktur utama mereka dan kini tengah ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Perumda KBS, Lintang Ratri Sunarwidhi, menyatakan bahwa pihaknya bersikap kooperatif dan menghargai proses penegakan hukum yang sedang berjalan.
“Kami memahami adanya perhatian publik terhadap pemberitaan yang berkembang mengenai Kebun Binatang Surabaya. Kami menghormati proses yang saat ini sedang ditangani oleh instansi yang berwenang,” ujar Lintang dalam keterangannya, Kamis (23/7).
Lintang menegaskan komitmen seluruh jajaran pengelola KBS untuk menjamin kelangsungan hidup satwa di destinasi wisata ekologis yang telah berdiri sejak 31 Agustus 1916 tersebut. Manajemen memastikan kasus hukum masa lalu ini tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan maupun standar pemeliharaan koleksi satwa.
“Fokus kami saat ini, operasional Kebun Binatang Surabaya tetap berjalan sebagaimana mestinya. Seluruh kegiatan konservasi, pemeliharaan dan pelayanan kesehatan satwa terus dilaksanakan sesuai standar yang berlaku, sehingga kebutuhan dan kesejahteraan satwa tetap menjadi prioritas utama,” katanya.
BACA JUGA
- PDSI Tegaskan Keselamatan Kerja Jadi Syarat Mutlak Capai Target ESG
- Transisi ke Transportasi Hijau, Pemkot Depok Uji Coba Angkot Listrik Wuling
- Integrasi SMS-ESG Jadi Kunci PLN Pimpin Transisi Energi Terbarukan di Indonesia
Di tengah bergulirnya proses hukum, Perumda KBS tetap berupaya optimal dalam menjalankan fungsinya sebagai garda pelestarian satwa, pusat edukasi lingkungan, sarana penelitian, sekaligus destinasi rekreasi bagi masyarakat luas. Pihak manajemen berjanji akan bersikap transparan dalam memberikan informasi lanjutan terkait polemik ini.
“Apabila terdapat perkembangan yang memang dapat disampaikan kepada publik, kami akan menyampaikannya melalui saluran komunikasi resmi Kebun Binatang Surabaya,” katanya.
