BKSDA Telusuri Tapir yang Terekam Melintas di Jalinsum Mesuji
Jakarta, sustainlifetoday.com – Seekor tapir terekam melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, Lampung. Kemunculan satwa dilindungi tersebut viral di media sosial dan kembali menyoroti pentingnya perlindungan habitat satwa liar di tengah aktivitas manusia.
Dalam video berdurasi sekitar 17 detik yang beredar pada Kamis (2/7), tapir bercorak hitam putih itu terlihat berjalan di badan jalan. Kemunculannya membuat sejumlah pengendara sepeda motor memperlambat laju kendaraan saat melintas.
Perekam video tampak mengikuti pergerakan tapir dari belakang. Sementara beberapa warga lainnya berhenti di pinggir jalan untuk menyaksikan satwa liar tersebut sebelum akhirnya berjalan menuju tepi jalan dan masuk ke kawasan vegetasi.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Lampung Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Itno Itoyo, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kemunculan tapir tersebut.
“Belum ada laporan yang masuk. Namun sebelumnya, sekitar tahun 2022 hingga 2023 memang pernah ada laporan bahwa tapir masih ditemukan di kawasan Register 45 Mesuji,” kata Itno saat dikonfirmasi, Kamis (2/7).
Meski belum menerima laporan, BKSDA akan melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran video yang beredar sekaligus mengecek keberadaan satwa tersebut di lokasi.
BACA JUGA
- Budaya Bersih Suporter Jepang Kembali Jadi Inspirasi di Piala Dunia 2026
- AS Jadi Penyumbang Terbesar Kenaikan Emisi Karbon Global pada 2025
- PBB: Panas Ekstrem Akibat Krisis Iklim Ancam Jalannya Piala Dunia 2026
“Langkah awal yang akan kami lakukan adalah mengumpulkan informasi dari lapangan, mengecek kondisi tutupan lahan terkini, serta membandingkannya dengan data keberadaan tapir pada tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Itno, kawasan Register 45 masih memiliki potensi sebagai habitat tapir. Karena itu, kemunculan satwa tersebut masih dimungkinkan terjadi, meski perlu dipastikan lebih lanjut melalui pengecekan di lapangan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati maupun mengganggu satwa liar apabila kembali terlihat di sekitar jalan raya atau permukiman.
“Kami meminta masyarakat tidak memberi makan, tidak melakukan tindakan yang dapat memprovokasi satwa, serta segera melaporkan kepada petugas apabila kembali melihat keberadaan tapir di sekitar permukiman atau jalan raya,” ujarnya.
