East Ventures Rilis Sustainability Report 2026, Sukses Turunkan Emisi 23 Persen
Jakarta, sustainlifetoday.com – East Ventures merilis laporan keberlanjutan 2026 yang menegaskan penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam seluruh aktivitas investasi maupun operasional perusahaan.
Dalam laporan tersebut, East Ventures menyebut berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) Scope 1, 2, dan 3 sebesar 23 persen sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Perusahaan juga menetapkan target emisi nol bersih untuk Scope 1 dan 2 pada 2030, serta target emisi nol bersih yang lebih luas, termasuk financed emissions, pada 2050.
Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca, mengatakan perusahaan berupaya mendorong pertumbuhan startup dengan standar keberlanjutan yang lebih kuat.
“Kami ingin mendukung startup di berbagai sektor untuk bertumbuh secara bertanggung jawab dan menciptakan nilai jangka panjang,” ujar Willson dikutip pada Rabu (20/5).
Sebagai perusahaan modal ventura yang berfokus pada startup, East Ventures menerapkan pendekatan sector-agnostic dengan investasi di berbagai sektor, mulai dari kecerdasan buatan (AI), teknologi finansial, kesehatan digital, logistik, hingga teknologi iklim.
BACA JUGA
- BNPB Ingatkan Risiko Banjir dan Longsor Meningkat di Masa Peralihan Musim
- Jawa Barat Percepat Industri Hijau Lewat Audit Energi Berbiaya Rendah
- PSEL Dinilai Berpotensi Timbulkan Polusi Baru dan Hambat Target Net Zero Indonesia
Menurut perusahaan, sektor-sektor tersebut memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus memperkuat ketahanan jangka panjang di kawasan Asia Tenggara.
Partner East Ventures, Avina Sugiarto, menegaskan bahwa penerapan ESG tidak hanya dilakukan untuk memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko.
“Prinsip ESG tertanam dalam cara kami memperkuat tata kelola, menerapkan manajemen risiko yang disiplin, dan memastikan kesiapan yang sejalan dengan standar global,” ujar Avina.
Laporan keberlanjutan tersebut juga menyoroti aspek keberagaman dan inklusi di lingkungan perusahaan. Perempuan disebut mencakup 54 persen dari total karyawan East Ventures, 50 persen jajaran pemimpin senior, serta 33 persen partner investasi.
Selain itu, sekitar 26 persen perusahaan portofolio aktif East Ventures didirikan atau dipimpin bersama oleh perempuan.
Di luar aktivitas investasi, East Ventures juga menjalankan sejumlah inisiatif untuk mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan dan keberlanjutan, seperti program pendidikan kewirausahaan My First $1000, laporan tahunan Digital Competitiveness Index, kompetisi teknologi iklim Impact Innovations Challenge, hingga kalkulator emisi berbasis web ECOVISEA.
Secara kolektif, East Ventures menyebut aktivitas investasi dan berbagai inisiatif perusahaan telah berkontribusi terhadap 16 dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Laporan keberlanjutan East Ventures 2026 disusun mengacu pada standar Global Reporting Initiative, kerangka Sustainability Accounting Standards Board, serta rekomendasi Task Force on Climate-related Financial Disclosures.
