Hari Kartini 2026, BPOM Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan Kesehatan
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Dharma Wanita Persatuan BPOM menyelenggarakan peringatan Hari Kartini Tahun 2026 pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan yang mengusung tema Langkah Kartini Masa Kini dalam Menyiapkan Generasi Emas yang Sehat dan Mandiri ini dihadiri oleh pengurus dan pegawai.
Peringatan ini menjadi momentum refleksi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini sekaligus penguatan peran perempuan dalam pembangunan nasional. Di lingkungan BPOM, perempuan berperan aktif dalam sistem pengawasan untuk memastikan obat dan makanan yang beredar aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kepala BPOM sekaligus Penasihat DWP BPOM Taruna Ikrar menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya peran perempuan dalam berbagai lini kehidupan.
“Hari Kartini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini, tetapi juga menjadi momentum. Untuk menegaskan semangat juang perempuan Indonesia masa kini dalam berbagai lini kehidupan, termasuk dalam mendukung pembangunan nasional,” ujar Taruna Ikrar dalam keterangan yang diterima, Jumat (24/4).
Ia menambahkan, perempuan memiliki peran strategis mulai dari lingkup keluarga hingga negara. Dalam konteks BPOM, kontribusi perempuan menjadi bagian penting dalam menjalankan perlindungan masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan.
“Perempuan berdaya adalah kekuatan penting dalam membangun masyarakat. Yang sehat, cerdas, dan bermartabat,” kata Taruna.
BACA JUGA
- El Nino Godzilla Ancam Krisis Air Bersih, Indonesia Hadapi Risiko Polikrisis
- Hari Bumi 2026 Usung Tema “Our Power, Our Planet”, Tekankan Aksi Bersama
- Titik Panas Karhutla Meningkat Signifikan di 2026, Pemerintah Fokus Enam Provinsi Rawan
Sementara itu, Ketua DWP BPOM Elfi Taruna Ikrar menilai peringatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan. Ia menekankan pentingnya meneladani nilai perjuangan Kartini dalam kehidupan masa kini.
“Perempuan masa kini tidak hanya dituntut berperan dalam keluarga, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam masyarakat. Termasuk dalam membentuk generasi penerus bangsa yang unggul,” ucapnya.
Menurut Elfi, perempuan, khususnya ibu memiliki kontribusi besar dalam membangun karakter, kesehatan, dan kemandirian anak sejak usia dini, yang menjadi fondasi bagi generasi emas Indonesia.
Dalam perayaan tahun ini, DWP BPOM juga menampilkan video Kartini Modern Berani Sehat Berdaya serta memberikan penghargaan Kartini BPOM kepada dua perempuan inspiratif, Yenny Rachmawati dan Dian Sulistyaning Kusumawardani, atas dedikasi dan inovasi mereka dalam pelayanan publik.
