Elnusa Pangkas Emisi 3.079 Ton CO2e Sepanjang 2025, Perkuat Kontribusi NZE
JAKARTA, sustainlifetoday.com — PT Elnusa Tbk (ELSA), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE), melaporkan penurunan emisi karbon dioksida ekuivalen (CO2e) sebesar 3.079 ton sepanjang 2025. Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2022 yang tercatat sebesar 367 ton CO2e.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menyampaikan bahwa tren penurunan emisi tersebut mencerminkan efektivitas strategi dekarbonisasi perusahaan yang berbasis efisiensi energi dan optimalisasi operasional. Langkah ini sekaligus memperkuat kontribusi terhadap target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Ia menegaskan bahwa prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan.
“Kami melihat ESG bukan sekadar kepatuhan, tetapi sebagai sumber keunggulan kompetitif. Inisiatif yang kami jalankan dirancang untuk memberikan dampak lingkungan yang terukur, sekaligus menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi perusahaan dan investor,” kata Rustam dalam keterangannya, Rabu (22/4).
Selain itu, Elnusa juga mencatat pengurangan 178.606 botol plastik melalui program berbasis teknologi Reverse Vending Machine (RVM) yang dijalankan bersama PlasticPay. Inisiatif ini dinilai tidak hanya menekan jejak karbon dari plastik sekali pakai, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju ekonomi sirkular.
BACA JUGA
- Harga Naik, Pemkot Bandung Imbau Warga Kurangi Plastik Sekali Pakai
- ESG Jadi Kunci Pembiayaan, IIF Dorong Investasi Infrastruktur Berkelanjutan
- Rano Karno Klaim 100% Sampah Jakarta Terkelola, Emisi Ikut Turun
Komitmen lingkungan tersebut turut diperkuat melalui program Elnusa Green Action dengan penanaman lebih dari 7.500 pohon, termasuk 5.600 mangrove di wilayah pesisir. Program ini memberikan manfaat ganda, mulai dari penyerapan karbon, perlindungan ekosistem, hingga peningkatan ketahanan lingkungan terhadap dampak perubahan iklim.
Rustam menambahkan, Elnusa juga memperkuat tata kelola keberlanjutan melalui transparansi dan akuntabilitas, serta menyelaraskan programnya dengan standar global, termasuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs).
Implementasi program lingkungan perusahaan disebut berkontribusi langsung pada sejumlah target SDGs, antara lain konsumsi dan produksi berkelanjutan, aksi iklim, perlindungan ekosistem laut, serta ekosistem darat.
Pendekatan ESG yang terintegrasi ini dinilai memperkuat posisi Elnusa di mata investor sebagai perusahaan jasa energi yang adaptif terhadap transisi energi, dengan fokus pada efisiensi operasional, pengelolaan risiko lingkungan, serta penciptaan dampak sosial berkelanjutan.
