Lewat LinkUMKM BRI, Kerajinan Serat Alam TSDC Bali Tembus Pasar Internasional
Jakarta, sustainlifetoday.com — Produk kerajinan ramah lingkungan berbasis kearifan lokal semakin menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Salah satunya adalah TSDC Bali (Tanda Sayang dan Cinta), jenama kerajinan dari Desa Celuk, Gianyar, Bali, yang mengombinasikan teknik anyaman tradisional dengan desain modern melalui pendampingan digital dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Dengan memanfaatkan bahan serat alam seperti ate, rotan, dan pandan, TSDC Bali berkembang dari usaha skala kecil menjadi brand yang menjangkau pasar perhotelan, instansi, hingga wisatawan mancanegara. Perkembangan ini juga didukung oleh platform digital LinkUMKM milik BRI yang menyediakan pendampingan usaha secara daring.
Founder TSDC Bali, Ni Wayan Sri Mustika Dewi, mengatakan bergabung dengan ekosistem LinkUMKM membantu pelaku usaha melakukan penilaian mandiri terhadap kelas usaha sekaligus memperluas jejaring komunitas secara digital.
“Bergabung dengan LinkUMKM membuka akses ke jejaring yang lebih luas. Melalui berbagai program pelatihan seperti Go Modern, kami kini lebih percaya diri tampil di ajang fashion week hingga pameran UMKM internasional,” ujar Sri dalam keterangan resmi, Senin (16/3).
Hingga akhir 2025, lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM tercatat telah memanfaatkan platform LinkUMKM. Ekosistem ini menyediakan berbagai fitur terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan soft skill dan hard skill hingga penguatan akses pasar melalui Etalase Digital.
BACA JUGA
- Dua Korporasi di Tangerang Segera Disidang Atas Tindak Pidana Lingkungan
- Prabowo Siapkan Inpres Penyelamatan Gajah Sumatra dan Borneo
- Polusi Udara Tak Hanya Bahayakan Manusia, Penelitian Ungkap Dampaknya pada Serangga
Selain pendampingan usaha, TSDC Bali juga mengadopsi layanan perbankan digital BRI. Penggunaan QRIS BRI memudahkan transaksi non-tunai di gerai offline, sementara aplikasi BRImo digunakan untuk memantau arus kas dan pembayaran pemasok secara real-time.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menilai TSDC Bali menjadi contoh keberhasilan UMKM dalam mengadaptasi kearifan lokal dengan tren pasar global yang semakin memperhatikan isu keberlanjutan.
“Dengan inovasi desain dan dukungan akses pasar yang tepat, produk berbasis kearifan lokal mampu bersaing di segmen konsumen yang lebih luas. BRI terus berkomitmen mendorong UMKM agar berkembang secara berkelanjutan melalui berbagai program pemberdayaan,” tegas Akhmad.
Dukungan terhadap pelaku UMKM juga didorong oleh kondisi likuiditas sistem perbankan nasional yang tetap terjaga. Berdasarkan data ekonomi terbaru, posisi uang primer adjusted nasional tercatat mencapai Rp2.027,32 triliun pada akhir 2024 atau tumbuh 9,35 persen secara tahunan.
Kondisi tersebut dinilai memungkinkan perbankan, termasuk BRI, untuk terus menyalurkan pembiayaan mikro serta memperkuat infrastruktur digital bagi UMKM di berbagai daerah guna mendorong pemerataan ekonomi nasional menuju visi Generasi Emas 2045.
BACA JUGA
