Gubernur Koster Tanggapi Sentilan Prabowo Soal Tumpukan Sampah di Pantai Bali
Jakarta, sustainlifetoday.com — Presiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan sampah yang menumpuk di sejumlah pantai di Bali dan dinilai berpotensi merusak citra pariwisata nasional. Isu tersebut, menurut Prabowo, bahkan telah menjadi perhatian tokoh-tokoh luar negeri.
“Ini maaf ya gubernur, bupati dari Bali ini real loh, Bali Bulan Desember 2025, ini Pantai Bali. Bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah,” kata Prabowo saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).
Prabowo menekankan pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari penataan lingkungan dan daya tarik pariwisata berkelanjutan, khususnya di daerah tujuan wisata utama seperti Bali.
Menanggapi pernyataan Presiden, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan menyatakan komitmen untuk segera menangani persoalan tersebut.
“Saya berterima kasih kepada bapak Presiden yang telah memberi perhatian khusus kepada Bali terkait dengan sampah,” ujar Koster di lokasi acara.
Koster menjelaskan, tumpukan sampah yang kerap terlihat di pantai Bali, khususnya Pantai Kuta, merupakan sampah kiriman yang datang secara musiman saat intensitas hujan meningkat.
“Mengenai sampah yang di Pantai Kuta itu adalah sampah kiriman yang datangnya musiman pada saat musim hujan yaitu khususnya pada akhir Desember, Januari, dan awal Februari. Jadi asal hujan, sampah kiriman datangnya dari luar daerah begitu cepat karena arusnya besar,” ujarnya.
BACA JUGA:
- Kejagung Akan Periksa Eks Menteri LHK Siti Nurbaya Terkait Dugaan Korupsi Tata Kelola Sawit
- Bendung Katulampa Siaga 3, Pemprov DKI Siaga Banjir
- WALHI: Bencana Ekologis di Indonesia Masuk Fase Permanen, akan Jadi Rutinitas
Menurut Koster, pemerintah daerah selama ini telah melakukan pembersihan pantai. Namun, proses mobilisasi petugas dan peralatan membutuhkan waktu sebelum pantai benar-benar kembali bersih.
“Hanya saja dalam mengatasi ini kita butuh waktu kira-kira dua jam atau tiga jam untuk mobilisasi sehingga sampai dia bersih,” katanya.
Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Provinsi Bali berencana mengoordinasikan berbagai dinas terkait untuk mempercepat penanganan sampah pantai. Koster juga menyatakan akan membentuk satuan tugas khusus agar pembersihan dapat dilakukan segera setelah sampah kiriman tiba.
“Nah karena itu dengan arahan bapak Presiden tadi maka kami akan segera kumpul Kadis Lingkungan Hidup kemudian kepala BPBD, Kadis Pendidikan, kemudian juga TNI dan Polri saya akan membentuk satuan tugas untuk berjaga di pantai begitu sampah datang langsung bisa dibersihkan tidak perlu menunggu 2 jam 3 jam,” ujarnya.
