Penerapan Biodiesel B50 Batal untuk 2026, Menko Airlangga: Masih Terus Dikaji
Jakarta, sustainlifetoday.com — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kebijakan mandatori biodiesel B40 tetap diterapkan pada tahun ini sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Sementara itu, rencana peningkatan ke biodiesel B50 masih berada dalam tahap kajian berkelanjutan.
Airlangga menjelaskan, implementasi B40 berjalan sesuai rencana pada 2026, sedangkan penerapan B50 memerlukan kajian lebih lanjut dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti selisih harga fuel oil, bahan bakar minyak (BBM), serta harga kelapa sawit di pasar domestik dan internasional.
“Jadi tahun ini, arahan Pak Presiden (Prabowo Subianto) tetap B40. Untuk B50, kajian harus dilakukan terus-menerus,” kata Airlangga dikutip pada Rabu (14/1).
Ia menegaskan bahwa kebijakan B50 tidak dibatalkan. Pemerintah tetap melanjutkan kajian teknis dan uji coba di sektor otomotif, sembari memantau dinamika harga energi serta kesiapan industri nasional dari hulu hingga hilir.
Baca Juga:
- Pertamina NRE Gandeng Perusahaan Energi Bersih China Percepat Transisi Energi Nasional
- PGE Percepat Transisi Energi Bersih Lewat Ekspansi Panas Bumi 727 MW
- KKP Perketat Pengawasan 25 Spesies Ikan dan Penyu demi Perlindungan Ekosistem Laut
Menurut Airlangga, pemerintah secara berkala menghitung selisih harga antara biodiesel, BBM, dan kelapa sawit. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebijakan pencampuran bahan bakar dapat berjalan seimbang, menjaga pasokan energi, serta menopang stabilitas ekonomi nasional, termasuk industri otomotif, kondisi fiskal, dan daya saing nasional.
“Kita akan selalu melihat perbedaan harga antara harga fuel oil, harga BBM, dengan harga kelapa sawit, deltanya berapa. Kajian B50 diteruskan, uji coba otomotif juga lanjut. Jadi kita tergantung pada dinamika harga,” ujarnya.
Airlangga menambahkan, persiapan menuju implementasi B50 terus dilakukan, meski realisasinya bergantung pada skenario harga energi yang berkembang. Untuk saat ini, arahan pemerintah tetap menjalankan kebijakan B40.
“Ya, kita siapkan menuju semester kedua, tetapi saat sekarang, dengan skenario harga yang ada, arahan Bapak Presiden tetap B40, namun siap untuk B50,” ucap Airlangga.
Sebagai informasi, biodiesel B40 merupakan bahan bakar campuran yang terdiri atas 60 persen solar dan 40 persen bahan bakar nabati (BBN) berbasis kelapa sawit. Program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan energi, sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor solar.
